Akurat Logo

Bakal Hadapi 'Teror' Suporter Timnas Indonesia, Gelandang Jepang Ritsu Doan Justru Suka Main Tandang

Endarti | 12 November 2024, 09:43 WIB
Bakal Hadapi 'Teror' Suporter Timnas Indonesia, Gelandang Jepang Ritsu Doan Justru Suka Main Tandang
 

AKURAT.CO, Gelandang Timnas Jepang, Ritsu Doan, angkat suara mengenai puluhan ribu suporter Timnas Indonesia yang bakal memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK) saat laga Timnas Indonesia menjamu timnya.

Menurut Ritsu Doan, bakal bermain di bawah tekanan puluhan ribu suporter Timnas Indonesia tidak membuat gentar para penggawa Samurai Biru.

Ritsu Doan sendiri menegaskan bahwa dia tidak akan takut dengan teror dari suporter Timnas Indonesia.

Baca Juga: Timnas Jepang Latihan Perdana di GBK di Bawah Guyuran Hujan, Baru Diikuti Enam Baca Juga: 

“Saya pribadi lebih suka bermain di kandang lawan karena suasana yang sangat mendukung,” ucap Ritsu Doan saat ditemui di Lapangan A Senayan, Jakarta, Senin (11/11).

Timnas Jepang bakal meladeni permainan Timnas Indonesia dalam laga kelima grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Laga ini bakal berlangsung pada Jumat (15/11/24) di Stadion GBK, Jakarta.

PSSI pun selaku federasi sepakbola Indonesia sudah menginfokan bahwa tiket untuk laga Timnas Indonesia melawan Jepang sudah habis terjual.

Sayangkan Latihan Perdana Jepang Diguyur Hujan, Yuto Nagatomo Tegaskan Timnya Dalam Kondisi Siap

 Ritsu Doan tanpa perlu diragukan memiliki mental yang mumpuni. Sebab ia bermain di kompetisi Eropa bersama klub Jerman. SC Freiburg.

Namun menurutnya bermain di Eropa dan Asia berbeda. Sebab bermain di kandang lawan di Asia akan lebih berasa atmosfernya.

“Di Eropa ada perbedaan yang jelas antara kesukaan tim di kandang dan tandang. Di Asia tentu saja amtmosfer tandang lebih terasa,” jelas pemain 26 tahun ini.

Rasa tak gentar Ritsu Doan juga cukup beralasan. Sebab dia merasa wasit-wasit saat ini sudah adil dalam memimpin laga.

“Namun saya merasa sekarang wasit-wasit semakin adil dan saya tidak merasakan banyak keputusan yang merugikan Jepang," katanya.

“Bahkan sebaliknya, kadang justru lebih sulit bermain di Jepang dengan tekanan suporter yang begitu besar."

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H