Akurat Logo

PSSI Benarkan Lakukan PHK Massal, Sebut Ada Penyelewengan Monetisasi Aset Digital

Endarti | 2 September 2024, 20:14 WIB
PSSI Benarkan Lakukan PHK Massal, Sebut Ada Penyelewengan Monetisasi Aset Digital
 

AKURAT.CO, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, membenarkan kabar mengenai adanya pemutusan bubungan kerja (PHK) besar-besaran di tubuh organisasinya. 

PSSI dikabarkan mem-PHK sebanyak 43 karyawannya. Arya Sinulingga mengatakan bahwa ini dilakukan sebagai salah satu bentuk transformasi di sepakbola Indonesia.

Arya Sinulingga menegaskan bahwa reformasi sepakbola Indonesia tidak hanya dilakukan di lapangan saja, namun juga di tubuh internal PSSI.

Baca Juga: PSSI Harap Kondisi Lapangan Stadion GBK Bisa Bagus Saat Timnas Indonesia Lawan Australia

“Kita melakukan transformasi di sepakbola. Transformasi itu tak bisa hanya di luar, mau enggak mau juga di organisasinya PSSI,” ucap Arya Sinulingga melalui keterangan resminya kepada awak media, Senin (2/9/24).

Bahkan Arya menegaskan apa yang dilakukan ini juga sudah berdasarkan hasil konsultasi dengan konsultan.

Dari konsultasi itu, didapati kriteria apa saja yang harus dilakukan oleh PSSI bila ingin melangkah meraih Indonesia Emas pada 2045.

“Kami sudah minta konsultan untuk minta yang namanya, ke depan PSSI harus bagaimana. Kemudian, mereka memberikan kriteria-kriteria karena kita mau melangkah ke depan ke 2045 soal organisasi kita ini harus bagaimana dan seluruhnya,” kata Arya.

“Maka, dibutuhkan yang namanya perubahan di organisasi PSSI. Perubahan ini dilakukan juga dengan kriteria dari masing-masing bagian dan kriteria dari masng-masing yang dibutuhkan."

Baca Juga: Arya Sinulingga Sebut PSSI sedang Memproses Naturalisasi Pemain Baru untuk Timnas Indonesia

Arya mengatakan hasil ini juga berdasarkan dari evaluasi yang dilakukan dalam internal karyawan PSSI. Mirisnya, kata Arya, ada karyawan yang menggunakan aset milik PSSI untuk kepentingan pribadi.

Bahkan terkait penghasilan dari aset digital ada yang masuk ke dalam rekening pribadi bukan ke rekening PSSI.

“Kami lakukan evaluasi dan pemutusan hubungan kerja. Walaupun ada juga yang salah satunya juga, karyawan kita, dia pegang dokumentasi digital kita, dia malah membuat akun sendiri," ucap Arya.

“Memanfaatkan aset digital PSSI, dimasukkan dalam akun tersebut. Bahkan, dilakukan penjualan juga terhadap akun-akun tersebut. Kemudian, foto-foto kita dipakai media lain tanpa itu dari PSSI.

“Tapi malah berasal dari nama orang tersebut. Ketika kita bawa ke pimpinannya, ini sudah pidana, 'sudah berhentiin aja deh', eh malah tidak dilakukan pemberhentian."

Arya menyebutkan bahwa dana monetisasi akun media sosial PSSI tidak masuk ke rekening PSSI. Diduga mengalir ke rekening pribadi.

"Nah berikutnya lagi nih, akun medsos kita di-monetize tapi akun untuk adsense-nya itu dimasukkan ke rekening pribadi dan kemungkinan sih dananya enggak masuk ke PSSI," kata Arya.

“Ketika kita ambil alih, dirapikan organisasinya, dimasukkan ke rekening resmi PSSI, eh ternyata akun itu tidak lagi aktif, tidak lagi banyak kegiatan. Nah ini kan contoh bagaimana."

Arya meyakini bahwa gelombang PHK besar-besaran di tubuh PSSI tidak mengganggu persiapan Timnas Indonesia menjamu Australia di laga kedua grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

”Tapi untuk persiapan kita lawan Australia, kita sih enggak akan terganggu, mudah-mudahan enggak akan terganggu karena kami melakukan perubahan secara profesional," kata Arya.

"Karena kalau PSSI mau transformasi, harus melakukan juga di tubuhnya sendiri."

Seperti diketahui, Timnas Indonesia bakal menjamu Australia pada 10 September mendatang di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H