Akurat Logo

Piala Presiden 2024 Bukan Turnamen 'Omon-Omon', Transparansi Yakinkan Sponsor dan Bikin Senyum Semua Pihak

Endarti | 4 Agustus 2024, 20:16 WIB
Piala Presiden 2024 Bukan Turnamen 'Omon-Omon', Transparansi Yakinkan Sponsor dan Bikin Senyum Semua Pihak

AKURAT.CO, Perhelatan Piala Presiden 2024 bisa menjadi satu kenangan manis bagi semua pihak. Tak hanya bagi klub, pesepakbola, namun juga untuk berbagai sisi yang merasakan dampak positif dari perhelatan turnamen pramusim ini.

Piala Presiden 2024 memang hadir setelah sempat absen pada edisi 2023. Kehadiran Piala Presiden tahun ini sempat mengalami “tarik-ulur” antara jadi atau tidak jadi diselenggarakan.

Namun akhirnya Piala Presiden diputuskan kembali bergulir sejak 19 Juli hingga 4 Agustus 2024 ini dengan diikuti oleh delapan tim peserta.

Baca Juga: Taklukkan Persija Jakarta, Persis Solo Rebut Posisi Tiga Piala Presiden 2024

Di mana kedelapan tim peserta yang ambil bagian dalam kejuaraan tahun ini antara lain Bali United, Persib Bandung, Persis Solo, Arema FC, Persija Jakarta, Madura United, Borneo FC, dan juga PSM Makassar.

Bergulirnya Piala Presiden 2024 juga bukan bergulirnya turnamen yang bermodal “omon-omon” atau iming-iming janji manis kepada semua klub peserta.

Sejak diumumkannya kehadiran perhelatan ini, Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2024, Maruarar Sirait, sudah membuka secara jelas nilai pendapatan yang bisa diperoleh.

“Kami memang berusaha bekerja keras untuk bisa menjalankan sesuai dengan visi dan misi Piala Presiden 2024. Di mana kita menjalankan dengan transparan tidak melibatkan BUMN murni dari sponsor,” ucap Maruarar Sirait pada pembukaan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 19 Juli lalu.

“Sejauh ini sudah terdapat 48 miliar dan saya percaya masih terus bertambah dan saya bisa pertahankan membuat Piala Presiden 2024 tanpa APBN, APBD dan BUMN.

“Saya juga pastikan semua harus terus berjalan supaya Piala Presiden 2024 bisa terus dipercaya oleh stakeholder yang ada.”

Memang apa yang dikatakan Maruarar Sirait benar adanya. Jumlah pendapatan dana Piala Presiden 2024 yang semula hanya Rp48 miliar bisa bertambah 20 miliar dalam waktu tiga hari.

“Luar biasa ya, pertama saya bilang waktu itu 48 miliar dan dalam tiga hari ini sudah dapat peningkatan juga. Cukup signifikan kenaikannya,” ucap Maruarar Siarait.

“Naik sekitar 20 miliar dan menjadi 68 miliar.  Bayangkan 68 miliar dan ini naik 20 miliar dalam waktu tiga hari.”

Tak berhenti sampai di situ, ternyata kenaikan nilai sponsor terus bertambah. Bahkan dikabarkan nilai sponsor kali ini menjadi sejarah Piala Presiden sejak pertama kali digulirkan pada 2015 lalu dengan angka menyentuh Rp79 miliar.

"Ini menjadi sejarah penting penyelenggaraan Piala Presiden yang digelar sejak 2015 sebagai turnamen pramusim bergengsi sebelum gelaran Liga 1,” tegas Ara–sapaan Maruarar.

Sponsor Meningkat Hadiah Pun Melonjak, Senyum Pemain Semringah!

Melonjaknya jumlah sponsor pun membuat dampak positif bagi peserta Piala Presiden 2024. Bagaimana tidak? Naiknya nilai sponsor ini membuat hadiah Piala Presiden 2024 pun turut mengalami kenaikan.

Di mana jumlah hadiah masing-masing juara mendapat tambahan kenaikan sebesar Rp250 juta dari ketetapan awal yang ditentukan.

"Saya meminta maaf atas komitmen saya soal hadiah juara Piala Presiden 2024. Hadiah juara yang awalnya Rp5 miliar harus saya naikkan Rp250 juta,” kata Maruarar dengan permintaan maaf yang setengah bergurau.

Baca Juga: Piala Presiden: Arema Main tanpa Suporter, Arkhan Fikri Yakin Timnya Bakal Pertahankan Gelar Besok!

“Jadi total hadiah juara menjadi Rp5,25 miliar. Untuk peringkat kedua, ketiga, dan keempat begitu juga. Semuanya saya naikan Rp 250 juta.”

Tranparansi dan Diawasi Auditor Internasional

Memang kenaikan jumlah sponsor ini tak lepas dari timbulnya rasa percaya yang besar dari semua pihak.

Hal ini tak lain karena Piala Presiden 2024 mengedepankan transparansi. Bahkan diawasi oleh auditor internasional, Pricewaterhouse Coopers (PWC) Indonesia, untuk mewujudkan keterbukaan tersebut.

“Apa yang paling mahal, trust atau kepercayaan itu yang menjadi mahal. Karena kita auditor sama PWC, karena mereka juga kelasnya internasional,” jelas Bang Ara.

Kehadiran PWC yang mengawasi segala pendapatan dan pengeluaran Piala Presiden 2024 inilah yang membuat rasa kepercayaan para sponsor semakin tinggi terhadap perhelatan Piala Presiden 2024.

“Kalau semakin transparan dia makin bermanfaat, dan soal rating juga kità harapkan dengan berbagai usaha yang kita sampaikan juga tinggi,” beber Ara.

“Jadi para pemasang iklan, sponsor juga semakin percaya dan mendukung dan itu penting sekali dibidang industri ini.”

Dengan segala sesuatu yang terbuka, Maruarar Sirait pun menilai sepakbola Indonesia sudah dalam jalur yang tepat. Setidaknya Piala Presiden 2024 semakin membuat ekosistem sepakbola Indonesia semakin aktif.

“Jadi kita pasti bisa, apa sih ekosistemnya? Kan pemain-pemainnya sudah pada hebat, pelatihnya makin hebat, ketua umumnya (PSSI-Erick Thohir)  hebat, ada akses ke FIFA, dan serius,” beber pria yang juga dikenal sebagai politisi ini.

“Auditornya hebat, sponsornya juga gede dan hebat-hebat juga, buktinya (rangking Timnas Indonesia) kita sudah naik. Indonesia ini sudah pada trek yang benar dengan adanya Pak Erick Thohir dan di bawah Pak Jokowi yang sebagai Presiden Republik Indonesia dan juga gila bola.

“Selain itu Pak Prabowo sebagai Presiden terpilih dan Pak Gibran yang sebagai Wakil Presiden terpilih juga semuanya gila bola, ini artinya gila bola positif.”

Baca Juga: Piala Presiden: Hadiah Naik Rp250 Juta karena Sponsor Masuk, Maruarar Sirait 'Minta Maaf'

Meski dapat dikatakan sebagai aktor di balik kesuksesan Piala Presiden, Maruarar Sirait tetap merendah hati. Baginya ini bukan kesuksesan pribadi, namun karena tim yang andal.

“Kalau yang kita bangun itu berapa ekosistem hebat dan sehat karena tidak ada superman tapi yang ada superteam,” ucap Maruarar.

Dongkrak Perekonomian Masyarakat Lokal

Tak hanya melulu memikirkan aspek sepakbola, hadirnya Piala Presiden 2024 juga memikirkan peningkatan perekonomian lokal.

Diutarakan Maruarar Sirait, selain membuat insan sepakbola tersenyum, setidaknya hadirnya Piala Presiden 2024 juga bisa menggembirakan para pelaku perekonomian lokal.

“Saya juga mau lihat-lihat pedagang asongan, pedagang kaki lima yang ada. Kita bisa juga merasa harus berdampak bagi perekonomian, bagi rakyat kecil karena memang itu misi, visinya memang begitu,” tegas Maruarar Siarait.

“Kita harus bisa berdampak buat perekonomian masyarakat.”

Memang senyum bahagia juga tampak bagi masyarakat Solo, Jawa Tengah, yang menjadi kota berlangsungnya babak semifinal dan final Piala Presiden 2024 pada 3-4 Agustus ini.

Salah satunya dengan 2000 paket sembako untuk masyarakat Solo yang diberikan panitia Piala Presiden 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H