Erick Thohir Ingatkan Netizen tak Gunakan Ungkapan Kasar Kritik Pemain Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan kata-kata kasar ketika mengkritik pemain Timnas Indonesia di jagad media sosial. Erick menilai tindakan itu bukan cerminan bangsa Indonesia.
Hal ini disampaikan Erick Thohir merespons kekalahan Timnas Indonesia atas Irak di laga perdana penyisihan grup D yang memunculkan beragam tanggapan di media sosial. Dari yang memuji ada pula yang memaki.
Situasi ini banyak membuat penggawa Garuda sampai mematikan kolom komentarnya. Disinggung akan hal ini, Erick mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk bisa saling menghargai satu sama lain.
Baca Juga: Piala Asia: Erick Thohir Imbau Pemain Timnas Indonesia Tahan Kritik dan Puasa Sosmed
“Untuk warga negara Indonesia yang mencintai tim nasional Indonesia, tolong dengan segala kerendahan hati saya berharap, ingat lho para pemain ini manusia juga,” ucap Erick Thohir saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta, Rabu (18/1).
“Para netizen itu yang cinta Indonesia juga manusia. Saya rasa kita harus bisa saling menghargai di dunia sosial media ini."
Erick mengingatkan bahwa bangsa Indonesia terkenal di dunia dengan keramahtamahannya serta murah senyum. Untuk itu Erik tidak mau netizen Indonesia menggunakan kata kasar dalam melancarkan kritikan.
“Jangan sampai ada penilaian bangsa Indonesia yang terkenal di seluruh dunia sebagai bangsa yang ramah-tamah, senyum, akhirnya sekarang diciptakan sebagai bangsa yang seakan-akan senang mengintimidasi,” kata Erick.
Baca Juga: Piala Asia: Erick Thohir Janjikan Bonus Besar untuk Timnas Indonesia, Ini Syaratnya!
“Bahkan menjual kata-kata kasar. Kayak-nya itu bukan cerminan bangsa kita."
Erick sejatinya bukan orang yang anti kritik. Baginya kritik adalah satu bagian dari demokrasi. Namun memang dia berharap kritik juga yang membangun dan bukan justru mematikan karier pemain Timnas Indonesia.
“Kritik wajib, saya juga dikritik. Itu bagian dari era demokrasi. Tetapi sampai mematikan pemain, misalnya sampai pemain itu mati, yang rugi kita,” kata Erick Thohir.
“Ingat lho, tim nasional kita ini tipis. Yang saya bilang 2x11 sama kualitas belum ada. Apalagi ingin cari 150 talenta waduh. Itu yang saya rasa konteksnya mesti ini."
Penggawa Timnas Indonesia tengah berjuang di ajang Piala Asia 2023. Tergabung di grup D, skuad Garuda bakal bersaing dengan Irak, VIetnam, dan juga Jepang.
Tim besutan Shin Tae-yong sudah melakoni laga perdana penyisihan grup D dengan menghadapi Irak. Sayang dalam laga yang berlangsung pada Senin 15 Januari lalu itu, Timnas Indonesia takluk dengan skor 1-3.
Hasil ini sangat disayangkan karena sejatinya Timnas Indonesia ditargetkan bisa meraih hasil imbang. Terlebih skuad Merah Putih mendapat target besar yakni lolos hingga babak 16 besar Piala Asia 2023.
Sebagai informasi, Timnas Indonesia saat ini berada di dasar klasemen sementara grup D imbas menelan kekalahan 1-3 atas Irak di laga pertama.
Selanjutnya Timnas Indonesia bakal menghdapi Vietnam pada 19 Januari dan melawan Jepang pada 24 Januari mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 3Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 5Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 6Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







