Keren! Real Betis Pasang Ruang Sensori di Stadion bagi Penyandang Autisme, Jadi Klub Pertama di Dunia

AKURAT.CO Pertandingan LaLiga antara Real Betis dan UD Las Palmas baru-baru ini lebih dari sekedar pertandingan biasa dengan disebut sebagai Game for Disability.
Hal tersebut karena Real Betis menyusun berbagai inisiatif untuk menyoroti dan menunjukkan cara klub menjadikan Estadio Benito Villamarín salah satu stadion paling ramah di dunia bagi penggemar sepak bola dengan keragaman fungsi.
Sejak Real Betis membentuk Departemen Disabilitas pada tahun 2016, klub Andalusia ini telah mendedikasikan sumber daya yang signifikan untuk meningkatkan pengalaman penggemar, terutama para pendukung yang memerlukan sedikit bantuan ekstra untuk menikmati sepak bola secara maksimal.
Kemajuan yang dicapai oleh klub itu lantas membantu membuat setiap pertandingan kandang menjadi lebih inklusif.
Baca Juga: Real Madrid vs Mallorca: Gol Ruediger Amankan Los Blancos di Puncak Klasemen
Tidak hanya itu, Real Betis juga berupaya untuk menyoroti kemajuan di setiap musim dengan Pertandingan untuk Disabilitas yang biasanya diadakan berdekatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional pada bulan Desember minggu ke-3.
Musim lalu, Real Betis menjadi tuan rumah dari apa yang secara luas disebut sebagai pertandingan paling inklusif di dunia ketika mereka menghadapi Real Valladolid dan memecahkan rekor dunia untuk jumlah penonton terbanyak dengan keragaman fungsi di tribun, yakni 1.740 penonton.
Sementara saat melawan UD Las Palmas musim ini, Real Betis lebih jauh menyoroti upaya inklusivitasnya, menunjukkan fakta bahwa mereka adalah klub pertama di Spanyol yang memiliki ruang sensorik di stadion untuk membantu penyandang autisme menikmati pertandingan dengan nyaman.
Baca Juga: Carlo Ancelotti: Saya Ingin Tetap Berada di Real Madrid Hingga 2026 dan Seterusnya
Ruang sensorik merupakan salah satu dari banyak cara yang dilakukan Real Betis untuk menjadikan Estadio Benito Villamarín seramah mungkin.
Klub juga menyediakan peralatan sensorik gratis untuk para penggemar ini, meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna kursi roda, meluncurkan proyek deskripsi audio dan banyak lagi.
Dan, pada hari pertandingan UD Las Palmas, terdapat pertunjukan tari flamenco inklusif menjelang pertandingan, interpretasi bahasa isyarat berskala besar dari lagu kebangsaan dan para pemain mengenakan kaos dengan nomor yang ditampilkan seperti pada tes Ishihara, a Tes yang digunakan untuk mendeteksi defisiensi warna merah-hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 10Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto








