Fakhri Husaini Akhirnya Dukung Penggunaan Pemain Naturalisasi Di Timnas

AKURAT.CO - Mantan pelatih Timnas U-16 dan U-19 Indonesia, Fakhri Husaini kembali mengeluarkan pendapatnya terkait penggunaan jasa pemain naturalisasi dalam skuad tim nasional.
Dengan alasan semakin sedikitnya pemain lokal yang bisa unjuk gigi di Liga 1, Fakhri mendukung jika Timnas Indonesia menggunakan jasa pemain naturalisasi.
Namun belakangan, Fakhri Husaini mulai melunak dan menerima pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Alasannya tidak lepas dari regulasi baru PSSI soal pemain asing Liga 1.
Sebagaimana diketahui, musim ini PSSI menambah kuota pemain asing Liga 1, dari yang awalnya hanya empat orang menjadi enam orang per tim, dan boleh diturunkan sekaligus.
Tak sampai di sana, klub Liga 2 juga boleh menggunakan jasa pemain asing. Alhasil, kesempatan pemain lokal untuk unjuk kemampuan semakin menipis.
Minimnya jam terbang pemain lokal tentu berdampak pada Timnas Indonesia. Maka dari itu, Fakhri Husaini sepakat soal adanya pemain naturalisasi di Timnas.
"Kalau sekarang STY mau pakai pemain naturalisasi, saya dukung betul. Karena apa, hanya berapa pemain lokal kita yang punya kesempatan main di liga," ungkap Fakhri.
"Enam pemain asing sekarang. Dari mana kita bisa mendapat pemain potensial kalau semua klub liga itu pakai enam asing yang main."
"Sekarang pemain-pemain kayak Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, semakin banyak pemain-pemain potensial yang kini mulai kehilangan tempat di klubnya."
Tak hanya Timnas senior, bahkan PSSI juga membuka pintu bagi pemain diaspora untuk berseragam Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023, November nanti.
Bagi Fakhri Husaini, ini adalah buah dari buruknya PSSI mengelola kompetisi usia muda berjenjang, sehingga sampai harus memanggil pemain luar negeri.
Namun, ia mengaku menyerahkan segala keputusan ke PSSI, agar federasi belajar bahwa untuk membentuk Timnas yang berprestasi, harus dimulai dari kelompok usia muda.
Fakhri Husaini Sempat Kurang Setuju Penggunaan Pemain Naturalisasi
Sebelumnya Fakhri Husaini merupakan sosok pelatih yang kurang setuju penggunaan pemain naturalisasi. Ia berupaya agar para pemain muda ini mendapat tempat di Timnas senior.
Belakangan PSSI semakin gencar menggalakkan program naturalisasi untuk pemain keturunan Indonesia yang punya pengalaman di Eropa.
Tak heran jika Fakhri Husaini kontra akan kebijakan ini, dan selalu bersikap kritis terhadap wacana PSSI setiap kali ingin melakukan naturalisasi.
"Yang dicontoh PSSI adalah Singapura beberapa kali juara AFF menggunakan pemain naturalisasi, itu awalnya dulu," kata Fakhri Husaini via Youtube Omah Bal-balan.
"Singapura itu penduduknya tidak lebih banyak dari Jawa Timur. Indonesia ini penduduknya banyak, sumber pemainnya banyak, terus mau pakai naturalisasi lagi."
Fakhri Husaini mungkin bisa sedikit melunak andai pemain naturalisasi bisa memberikan dampak signifikan, khususnya dalam perolehan prestasi.
Namun sampai saat ini, Timnas Indonesia bahkan belum bisa meraih gelar juara Piala AFF. Hal itu yang membuat Fakhri Husaini jadi setengah hati.
"Berapa banyak sudah pemain naturalisasi yang kita masukkan ke Timnas, lebih dari satu tim. Tetapi prestasi apa yang sudah kita dapatkan dengan pemain naturalisasi," jelas Fakhri.
"Bahkan kemarin Inda Sjafri juara SEA Games itu lokal semua. Tapi kalau saya teriak local pride nanti ngamuk semua buzzer-buzzer itu."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




