AKURAT.CO, Dunia sepak bola Tanah Air belakangan tengah ramai mengenai kabar pemain berdarah campuran Indonesia dan Inggris, Elkan Baggott, yang menolak panggilan Tim Nasional Indonesia.
Mengetahui hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, enggan ambil pusing dan mempermasalahkannya. Menurutnya, keputusan apapun yang diambil oleh Elkan Baggot merupakan hak pribadi bek tengah Ipswich Town tersebut.
“Itu hak dia lah. Kan enggak mungkin kita paksa-paksa (padahal) orang enggak mau. Kan Ketua Umum PSSI, Pak Iwan Bule (Mochamad Iriawan) sudah menyampaikan bahwa orang punya hak,” kata Menpora Zainudin Amali di DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (24/10).
Selain Timnas Indonesia, Elkan Baggott memang masih bisa memperkuat timnas negara lain, yakni Inggris dan Thailand. Sebab, bek berusia 19 tahun itu memiliki ayah dari Inggris namun lahir di Bangkok, ibu kota negara Thailand.
Sesuai regulasi FIFA, setiap pemain sepak bola profesional hanya diperbolehkan memperkuat satu negara saja di karier senior. Artinya, jika Elkan Baggott sudah memutuskan membela salah satu timnas senior di pertandingan internasional resmi, maka sudah tidak diperbolehkan membela negara lain.
“Apalagi yang masih bisa memilih kan. Sebab sekali dia sudah menetapkan untuk main di suatu negara, dia tidak boleh lagi mewakili negara lain. Itu hak dia untuk mempertimbangkan. Kita enggak boleh menuntut kamu harus ke sini dan lain sebagainya,” jelas Menpora.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi Elkan Baggott beberapa kali untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Namun, pemain bertinggi 194 sentimeter itu tidak merespons panggilan PSSI tersebut.
"Elkan Baggott itu sudah beberapa kali dihubungi. Tapi, tampaknya dia tidak mau membela timnas kita," ucap Iwan Bule, sapaan akrab Iriawan, selepas mengikuti kegiatan rapat bersama Menpora Zainudin Amali, dikutip dari Indosport, Sabtu (23/10).
Iwan Bule mengaku sangat menyayangkan situasi ini. Padahal, kata Iwan Bule, dulu Elkan sangat mengejar-ngejar ingin membela Timnas Indonesia.
"Dulu waktu mau masuk Timnas Indonesia U-19 ngejar-ngejar kami, tapi sekarang dipanggil Timnas yang ada mereka tidak respons," cetus pria asal Bandung, Jawa Barat, ini.
"Kelihatannya ya begitu (memilih timnas negara lain) karena dia sudah beberapa kali kami kontak."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik


