Akurat Logo

Radja Nainggolan Ungkap Keinginan Dilatih Antonio Conte

| 16 Juni 2020, 09:10 WIB
Radja Nainggolan Ungkap Keinginan Dilatih Antonio Conte

AKURAT.CO, Radja Nainggolan mengaku ingin bermain di bawah asuhan pelatih Antonio Conte. Ini mengisyratakan pemain 32 tahun tersebut tidak punya dendam dengan pelatih 50 tahun tersebut.

Nainggolan pindah ke Cagliari awal musim ini sebagai pemain pinjaman karena Conte tidak membutuhkannya di Inter. Meski demikian, Nainggolan sepertinya tidak menyimpan sakit hati dengan Conte.

“Saya ingin dilatih Conte karena dalam sebulan saya telah melihat tekat dan kepribadiannya. Dia tahu apa yang harus dilakukan untuk tim. Selama itu saya melihat sosok pelatih yang hebat,” ujar Nainggolan, dikutip Football Italia.

Nainggolan bergabung dengan Inter Milan dari AS Roma pada musim panas 2018 silam. Namun, kedatangan Conte membuat dia harus tersingkir karena tidak masuk rencana tim untuk mengarungi musim 2019/2020.

Inter pun meminjamkan Nainggolan ke Cagliari tanpa opsi pembelian permanen. Dia akan kembali ke Inter setelah masa pinjamannya di Cagliari berakhir pada 30 Juni mendatang.

Walau demikian, situasi Nainggolan di tim berjuluk Nerazzurri itu bakal rumit. Pasalnya, saat ini Conte memiliki stok gelandang yang begitu melimpah.

Meski mengaku ingin dilatih Conte, Nainggolan tak menampik kecintaan pada Roma dan Cagliari. Pasalnya sebagian besar karier pemain internasional Beglia ini dihabiskan di kedua klub itu.

“Saya menghabiskan empat tahun di Cagliari dan empat tahun di Roma, tempat di mana hati saya tertambat di sana. Saya menerima begitu banyak kasih sayang dan menjalani banyak perjuangan di sana,” katanya.

Nainggolan akan bertahan di Cagliari sampai musim ini selesai. Italia akan kembali melanjutkan kompetisi Serie A pada 20 Juni mendatang setelah ditangguhkan sejak Maret akibat wabah corona.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.