Akurat Logo

Emiliano Sala Terpapar Karbon Monoksida Sebelum Kecelakaan

Riandar Fata Hudaya | 15 Agustus 2019, 06:05 WIB
Emiliano Sala Terpapar Karbon Monoksida Sebelum Kecelakaan

AKURAT.CO, Wafatnya Emiliano Sala akibat jatuhnya bersama pesawat yang ditumpanginya di Selat Inggris Januari lalu, kini memasuki fakta baru. Pesepakbola asal Argantina dilaporkan terpapar karbon monoksida sebelum kecelakaan.

Sala yang berusia 28 tahun dan pilot David Ibbotson jatuh di Selat Inggris pada 21 Januari 2019 saat sedang dalam perjalanan dari Nantes di Prancis menuju klub baru yang mendapatkan tandatangannya, yakni Cardiff City.

Dengan adanya fakta baru tersebut, pengacara Daniel Machover yang mendampingi keluarga Sala mengatakan kini keluarga Sala meyakini bahwa pemeriksaan atas fakta terbaru itu harus terus dilakukan.

“Keluarga percaya bahwa pemeriksaan teknis secara rinci di pesawat diperlukan. Keluarga korban dan masyarakat perlu tahu bagaimana karbon monoksida bisa masuk ke kabin. Masa depan keselamatan penerbangan bertumpu pada mengetahui sebanyak mungkin soal masalah ini,” kata Daniel dipetik BBC.

Menurut laporan BBC pada Rabu (14/8), tes toksikologi pada tubuh Sala menunjukkan kadar CO dalam darahnya cukup tinggi. Hal itu bisa menyebabkan kejang, tidak sadarkan diri atau pun serangan jantung.

Dalam laporan yang sama menyebutkan bahwa darah Sala punya tingkat COHb (karboksihemoglobin—yang terbentuk dalam sel darah merah setelah terkontak dengan karbon monoksida), mencapai 58 persen.

Pada angka tersebut, gejala yang akan timbul adalah kejang, tidak sadarkan diri, dan tentu saja serangan jantung. Tingkat COHb lebih dari 50 persen di orang yang sehat berpotensi sangat fatal dan tubuh akan bereaksi.

Sampai dengan saat ini, jasad pilot Ibbotson sendiri pun belum ditemukan. Namun, Badan Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) mengatakan bahwa ada kemungkinan Ibbotson juga akan terkena karbon monoksida yang sama.

AAIB mengatakan pesawat bermesin Piston seperti Piper Malibu yang ditumpangi Sala yang terlibat dalam kecelakaan itu menghasilkan karbon monoksida yang begitu tinggi sebelum terjatuh.

Dalam pesawat gas monoksida biasanya dibuang melalui pembuangan yang tersedia, tetapi karbon monoksida dapat memasuki kabin di jenis pesawat ditumpangi Sala dan pilot Ibbotson menjadi pertanyaan dan akan terus diselidiki oleh pihak AAIB.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.