Mengungsi ke Stadion STIK Jakarta, Semen Padang tanpa Pendukung di Tiga Laga Kandang Pertama

AKURAT.CO, Semen Padang mesti menjalani musim yang tidak mudah di Liga 1 Indonesia 2024-2025 setelah empat musim beruntun bermain di Liga 2.
Pasalnya, mereka tak bisa berkandang di markas keramat, Stadion H Agus Salim, di Kota Padang, Sumatera Barat.
Semen Padang akhirnya memilih Stadion STIK (dulu disebut Stadion PTIK) di Jakarta sebagai kandang alternatif sambil menunggu renovasi Stadion H Agus Salim selesai direhabilitasi.
Selain itu, Jakarta juga cukup ideal karena banyak perantau Minang yang merupakan suporter Semen Padang.
Baca Juga: Demi Tidak Jadi Musafir, Semen Padang Kebut Renovasi Stadion Haji Agus Salim
“Kita lihat STIK sangat ideal untuk tim karena pastinya mempermudah mobilisasi dan juga tidak akan terlalu banyak transit penerbangan jika akan away,” kata CEO Semen Padang, Win Bernadino, di Padang, Senin (15/7), sebagaimana dipetik dari Antara.
“Tidak hanya itu, STIK juga di Jakarta yang masih kental dengan banyaknya perantau Minang.”
Pun demikian, bermain di Stadion STIK juga tidak memberikan kesempatan kepada para pendukung Semen Padang untuk datang langsung ke arena di tiga laga perdana Liga 1.
Hal ini merupakan imbas sanksi yang dijatuhkan kepada Semen Padang karena kericuhan di final Liga 2 antara klub tersebut dengan wakil Papua, PSBS Biak, Maret silam.
Baca Juga: Sempat Terhenti karena Lapangan Banjir, PSBS Biak Bungkam Semen Padang 3-0
“Kemungkinan dua pertandingan home kita di STIK,” kata Win Bernadino.
Sebelum Liga 1 Indonesia 2024-2025 dimulai pada pekan pertama Agustus mendatang, Semen Padang akan melakukan pemusat latihan di Jakarta pada pekan ketiga Juli ini.
Sebelum turun ke Liga 1, Kabau Sirah juga direncanakan akan menempuh tiga pertandingan uji coba yang akan digelar di STIK.
“Kemungkinan akan ada tiga pertandingan uji coba, dan kita berharap bisa bermain di Stadion STIK,” kata Win Bernadino.
Semen Padang adalah salah satu klub yang cukup terkemuka di Indonesia dengan sejarah panjang sejak era Galatama. Pernah menjadi juara Divisi 1 Galatama 1982-1983 dan bertahan di kasta tertinggi sampai 2017.
Tim ini turun kasta pada 2018 dan kembali promosi ke Liga 1 pada 2019. Kemudian turun lagi dan bertahan di Liga 2 sampai musim lalu sebelum promosi ke Liga 1 musim anyar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







