Suporter Pelaku Aksi Rasisme terhadap Mike Maignan Dilarang ke Stadion Seumur Hidup

AKURAT.CO, Udinese menghukum suporternya yang dituduh melakukan aksi rasisme terhadap Kiper AC Milan, Mike Maignan, dengan larangan datang ke stadion seumur hidup.
"Kami percaya bahwa tindakan keras semacam ini dibutuhkan untuk memberikan pesan yang jelas bahwa rasisme tak punya tempat di sepakbola atau masyarakat " kata Udinese dalam pernyataan resminya sebagaimana dipetik dari BBC.
Staf klub dan polisi menemukan individu terhukum melalui rekaman kamera ketika melakukan aksi rasis terhadap Mike Maignan. Polisi juga sedang menyelidiki kemungkinan individu-individu lain yang terlibat dalam tindakan itu.
Baca Juga: Balasan Setimpal, Milan Kalahkan Udinese setelah Boikot Laga karena Aksi Rasis terhadap Maignan
"Kami berterimakasih terhadap otoritas atas kerjasama mereka dan bersama-sama kita akan terus bekerja tanpa lelah dalam rangka mengidentifikasi dan menghukum individual lain yang terlibat dalam insiden ini dan yang menodai etika keolahragaan klub, kawasan, kota Udine, dan basis pendukung yang selalu menjadi model integrasi dan rasa hormat," kata Udinese.
Mike Maignan melapor kepada wasit bahwa ia mendengar ejekan tiruan suara monyet dari tribun Stadion Bluenergy yang merupakan kandang Udinese di Udine, Italia, Minggu (21/1).
Maignan mengaku mendengar hal tersebut lebih dari dua kali. Pemain AC Milan kemudian melakukan boikot selama sepuluh menit sebelum mereka kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan.
Sementara itu, pemain Coventry City, Kasey
Palmer, juga mengalami hal serupa ketika bermain melawan Sheffield Wednesday di kompetisi kasta kedua Inggris, Sabtu (20/1) silam.
Baca Juga: Respons Insiden Mike Maignan, Presiden FIFA Minta Sanksi Otomatis terhadap Aksi Rasisme
Rangkaian peristiwa di Udine dan Sheffield telah memicu pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang meminta penerapan sanksi otomatis terhadap klub yang suporternya melakukan aksi rasisme.
Gianni Infantino menganggap tindakan yang sudah ada saat ini tak cukup untuk membasmi rasisme dan diskriminasi lainnya di dunia sepakbola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







