Erick: Usaha Apapun Tak Bisa Mengobati Korban Tragedi Kanjuruhan

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan bahwa Pemerintah dan federasi telah melakukan sejumlah usaha untuk memenuhi rasa keadilan korban tragedi Kanjuruhan. Namun demikian, Erick juga menyadari bahwa usaha tersebut tak akan bisa menyembuhkan duka korban.
“Sejak awal saya secara pribadi sangat prihatin dan kalau kita bicara semua effort (usaha) yang diberikan itu pun belum tentu mengobati kehilangan itu,” kata Erick dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/7).
“Itu fakta, siapapun, kehilangan keluarga yang saya rasa bukan hal mudah, apapun effort-nya tidak ada imbalannya.”
Hal ini disampaikan Erick menyusul insiden sejumlah wanita ibu korban tragedi Kanjuruhan dihalangi aparat saat hendak berbicara dengan Presiden Joko Widodo. Insiden ini terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Malang, Jawa Timur, Senin (24/7).
Jokowi sendiri sudah memerintahkan Erick untuk menindaklanjuti tuntutan keluarga korban tersebut. Datang membawa potret anak mereka yang meninggal di tragedi Kanjuruhan, para perempuan tersebut mengaku vonis yang dijatuhkan pengadilan terhadap para pelaku terlalu ringan.
Soal keputusan pengadilan, Erick menyebut tak bisa turut campur. Petinggi PSSI yang juga Menteri BUMN itu mengatakan bahwa PSSI hanya bisa mendorong agar hukuman yang setimpal.
“Kita tidak mau dibilang PSSI mendiamkan, kita ini melakukan perbaikan. Proses hukum kita tidak bisa intervensi tapi kita dorong hukuman maksimal, hukuman seperti apa itu pihak pengadilan. Saya rasa kita punya komitmen sama itu tidak terulang lagi,” ucap Erick. “PSSI mendukung penuh ketika ada hukuman setiimpal.”
Tentang larangan suporter tandang, Erick meminta suporter untuk menahan diri. Kebijakan itu, katanya, merupakan bagian dari transformasi sepakbola imbas tragedi Kanjuruhan.
“Saya minta suporter bersabar, ini ada proses, prosesnya tidak mudah, panjang. Kita ingin suporter selamat pulang ke rumah (selepas pertandingan), kita tidak mengekang, ini bagian regulasi,” katanya.
Tragedi Kanjuruhan merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah sepakbola dunia. Sebanyak 130 korban tewas dalam peristiwa yang terjadi di pengujung pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, 30 September 2022, itu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




