AKURAT.CO, Kabar gembira bagi penggemar sepak bola nasional. Proyek pembangunan pusat pelatihan atau training center di Ibu Kota Nusantara tetap berlanjut, meski baru saja dijatuhi sanksi oleh FIFA.
Indonesia memang sebelumnya terkena sanksi ringan dari FIFA buntut gagal menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2023. PSSI dalam hal ini, harus menerima kenyataan pahit berupa pembekuan dana bantuan FIFA Forward 3.0 untuk biaya operasional.
Diketahui, dana bantuan untuk operasional dari FIFA mencapai senilai 1,2 dolar atau setara Rp17 miliar. PSSI berencana memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan training center.
Dengan adanya sanksi dari FIFA, maka PSSI saat ini tidak akan mendapatkan dana bantuan untuk operasional tersebut.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengatakan, Indonesia dalam hal ini PSSI, harus berjuang untuk membujuk FIFA sekaligus memastikan transformasi sepak bola nasional berjalan sesuai rencana.
"Kalau training center IKN yang pasti soal pendanaan itu, kan sanksi itu kan kami harus meyakinkan FIFA, bahwa transformasinya jalan, salah satunya infrastruktur," ujar Arya di Media Center PSSI, Selasa (11/4/2023) malam.
"Nah, training center itu termasuk, jadi kalau misalnya ada progres itu baru akan bisa kita ajukan kepada FIFA."
Oleh karena itu, kata Arya, sanksi ringan FIFA ini tidak begitu memengaruhi proyek PSSI dan pemerintah untuk membangun pusat pelatihan di IKN.
"Jadi tidak ada masalah, yang pasti setiap ada progres kita ajukan. Jadi kita ajukan ke FIFA setiap prosesnya," jelas Arya.
Proyek training center untuk PSSI ini sebelumnya direncanakan oleh Presiden Joko Widodo yang berpusat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Nantinya tempat ini bakal menjadi lokasi tetap bagi Timnas Indonesia untuk menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC), sehingga tidak perlu berpindah-pindah lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



