Sergio Ramos Pensiun Dari Timnas Spanyol Dengan "Kecemburuan" Terhadap Modric dan Messi

AKURAT.CO, Telah tiba masanya bagi Sergio Ramos untuk mengucapkan selamat tinggal pada kariernya sebagai pemain Tim Nasional Spanyol. Ya, per Kamis (23/2), bek legendaris yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG) itu resmi menanggalkan jersey La Furia Roja–julukan Timnas Spanyol.
“Waktunya sudah datang. Waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal terhadap tim nasional yang kami cintai dan membuat semangat,” ucap Sergio Ramos sebagaimana dipetik dari BBC.
“Ini adalah akhir dari jalan yang saya harapkan akan membentang lebih jauh dan berakhir dengan rasa yang lebih baik di mulut saya, bersisian dengan seluruh kesuksesan yang kami raih bersama La Roja.”
Salah satu alasan terbesar eks bek Real Madrid berusia 36 tahun tersebut untuk pensiun adalah karena ia diberitahu bahwa ia tak lagi dipanggil ke Timnas Spanyol asuhan pelatih baru pengganti Luis Enrique, Luis De La Fuente
“Pagi ini saya menerima kontak dari pelatih saat ini yang mengatakan pada saya bahwa dia tidak akan mengandalkan saya, terlepas dari level (permainan) yang bisa saya tunjukkan atau bagaimana saya melanjutkan karier keolahragaan saya,” kata Sergio Ramos.
Bicara soal Ramos dan Timnas Spanyol, pemain ini adalah satu dari skuat legendaris yang pernah menguasai Eropa dan dunia pada periode 2008-2012. Pada masa itu, Ramos membantu Spanyol meraih Piala Eropa 2008 dan 2012 serta mempersembahkan trofi piala dunia pertama untuk negaranya di Afrika Selatan 2010.
Penampilan terakhir Ramos bersama Spanyol sebenarnya terjadi dua tahun lalu sebagai pemain pengganti melawan Kosovo di kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. Ketika itu, Spanyol menang dengan skor 3-1.
Ramos membantah bahwa keputusan La Fuente untuk tidak memanggilnya disebabkan alasan usia. Menurutnya, La Fuente mengambil keputusan tersebut karena menganggap Sergio Ramos tidak berada dalam level terbaik untuk bisa bermain di Timnas Spanyol.
“Menjadi muda atau sedikit tua bukanlah sebuah kebaikan atau kecacatan, itu hanyalah hukum alam sementara yang tidak perlu dihubungkan dengan penampilan atau kebisaan,” kata Ramos.
“Saya kagum dan cemburu dengan (Luka) Modric, (Lionel) Messi, Pepe…esensi, tradisi, nilai, kelayakan dan keadilan dalam sepakbola. Sayangnya, itu tidak terjadi pada saya karena sepakbola tidak selalu adil dan sepakbola bukan hanya soal sepakbola.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 4Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 7Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 850 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot




