AKURAT.CO Borneo FC Samarinda kembali menunjuk pelatih anyar. Kali ini tim kebanggaan Kalimantan Timur itu meminang Pieter Huistra yang merupakan eks Direktur Teknik PSSI sekaligus mantan pelatih Tim Nasional Indonesia.
Pieter Huistra resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Borneo FC di Liga 1, menggantikan Andre Gaspar. Hal itu disampaikan melalui laman resmi mereka pada Selasa (21/02/23).
"Borneo FC Samarinda mengumumkan pelatih baru untuk menukangi penggawa dalam sisa kompetisi Liga 1 2022-2023," tertulis di pernyataan resmi Borneo FC.
Pieter Huistra bukan wajah baru di Tanah Air. Ia pernah menjabat sebagai direktur teknik PSSI pada tahun 2014-2015 lalu.
Selain itu, Huistra juga sempat membesut Timnas Indonesia pada 2015. Sayangnya saat itu, sepakbola Indonesia dibekukan oleh FIFA dan sempat mati suri.
Di kancah dunia, Huistra pernah membesut sejumlah klub Liga Belanda, seperti FC Groningen, De Graafschap, hingga tim muda Ajax Amsterdam (U-21).
"Tak tanggung-tanggung, klub kebanggaan masyarakat Samarinda ini mendatangkan eks pelatih FC Groningen (Belanda) yakni Pieter Huistra," lanjut pernyataan tersebut.
Sementara di kawasan Asia, Huistra pernah menangani klub asal Uzbekistan, Pakhtakor Tashkent.
Sekadar informasi, Pakhtakor Tashkent adalah salah satu tim kasta tertinggi di Liga Uzbekistan, sementara liga ini adalah salah satu yang terbaik di kancah Asia.
Tak sekadar menjadi pelatih kacangan, Huistra justru membawa Pakhtakor menjadi penguasa Uzbekistan, meraih titel juara Uzbekistan Super League edisi 2021.
Alasan Pilih Pieter Huistra
Tak hanya meraih titel juara di Uzbekistan Super League, Huistra juga sukses merengkuh beberapa belar lainnya saat bersama Pakhtakor Tashkent.
Mulai dari juara Uzbekistan Super Cup 2021, serta titel runner-up Uzbekistan Cup 2021. Namun, kontrak Pieter Huistra justru tidak diperpanjang pada Januari 2022 lalu.
Setahun menganggur, Pieter Huistra akhirnya menerima pinangan Borneo FC, dan kembali bersaing di Liga Indonesia.
Presiden Borneo FC, Nabil Husien Said Amin berharap masuknya Pieter Huistra sebagai pelatih bisa meningkatkan performa tim Pesut Etam di sisa pertandingan Liga 1.
Terlebih, Huistra bukanlah sosok baru di sepak bola dalam negeri. Bukan tanpa alasan jika ia ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia di tahun 2015 lalu.
Tentu Huistra sudah memahami karakteristik pemain Indonesia. Pemahaman pelatih asal Belanda itu yang juga membuat manajemen Pesut Etam tertarik padanya.
"Dengan mengucap Bismillah, kita daratkan Huistra di Kota Tepian (Samarinda) untuk mengangkat performa tim," ucap Nabil Husein Said Amin dalam rilisnya.
"(Pieter) cukup paham dengan sepak bola Indonesia. Semoga dia sukses bersama klub ini. Sekali lagi selamat bergabung," tegas presiden klub Borneo FC tersebut.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November




