Vieira Sebut Selebrasi Emiliano Martinez Keputusan Yang Bodoh

AKURAT.CO, Mantan pemain Tim Nasional Prancis sekaligus Pelatih Crystal Palace, Patrick Vieira, menyebut selebrasi kontroversial yang dilakukan Kiper Timnas Argentina, Emiliano Martinez, sebagai hal yang “bodoh”. Menurut Vieira, selebrasi tersebut sedikit menodai keberhasilan Argentina menjadi juara di Piala Dunia Qatar 2022.
“Dari beberapa foto penjaga gawang Argentina yang saya lihat, menurut saya, sedikit menjauh dari apa yang sudah diraih Argentina di Piala Dunia. Saya pikir mereka tidak membutuhkan itu,” kata Vieira sebagaimana dipetik dari BBC.
“Terkadang Anda tidak bisa mengendalikan keputusan emosional seseorang. Tetapi itu adalah sebuah keputusan yang bodoh, menurut saya, dari Martinez untuk melakukan itu.”
Emiliano Martinez dikecam karena selebrasinya yang menempatkan trofi kiper terbaik di kemaluannya di podium final Piala Dunia Qatar di Lusail, akhir pekan lalu.
Kiper Aston Villa itu juga mengejek penyerang Prancis, Kylian Mbappe, dengan membawa boneka dengan topeng Mbappe di bus parade di Buenos Aires, Argentina, beberapa hari lalu.
Presiden Federasi Sepakbola Prancis, Noel Le Graet, menganggap tindakan Emiliano Martinez sudah terlalu jauh. Graet mengatakan bahwa ia sudah mengirim surat keluhan ke Presiden Federasi Sepakbola Argentina, Claudio Tapia, soal tindakan Martinez.
“Saya mengirim surat ke rekan saya dari Federasi Sepakbola Argentina, saya menganggap ekses-ekses (dengan tindakan Martinez) ini tidak normal. Dalam konteks kompetisi olahraga, saya merasa itu sulit dipahami. Itu sudah terlalu jauh,” kata Le Graet.
Adapun Pelatih Aston Villa, Unai Emery, mengatakan bahwa ia akan membicarakan isu ini dengan Martinez setelah sang kiper kembali bergabung pekan depan. Martinez diharapkan bisa bermain untuk Villa menghadapi Liverpool pada laga Liga Primer Inggris 2022-2023 pertama pasca Piala Dunia Qatar, 1 Januari nanti.
Bersama Lionel Messi, Martinez adalah sosok penting dalam perjalanan Argentina menjadi juara dunia. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting termasuk memenangi dua adu penalti krusial, yakni melawan Belanda di perempat final dan menghadapi Prancis di final.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





