Jokowi: Fasilitas PFA Lebih dari Cukup, Tinggal Nunggu Hasilnya
AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa fasilitas Papua Football Academy (PFA) yang terletak di Mimika, Papua, sangat memadai. Dengan demikian, kini publik boleh berharap sambil menantikan pesepakbola yang akan dilahirkan dari akademi anyar untuk usia dini tersebut.
“Memang harus sejak dini tanpa meninggalkan sekolah itu yang penting juga, pelatih yang mendampingi juga sangat baik, dan fasilitas olahraganya, lapangannya, sudah lebih dari cukup,” kata Jokowi di sela pembukaan PFA di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Papua, Rabu (31/8).
“Sehingga kita hanya menunggu hasilnya, saya yakin ada hasilnya, Insya Allah.”
PFA adalah akademi sepakbola yang terletak di eks fasilitas Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021, Mimika Sports Complex. Menurut Jokowi, PFA didirikan setelah ia meminta perusahaan multinasional yang berada di pulau tersebut, PT Freeport, untuk melakukan investasi dan pembangunan.
“Saya perintahnya habis PON bulan November tahun yang lalu, malam itu saya undang Presiden Direktur (Freeport) Tony Wenas. Pak Tony saya minta bantuan SDM di Papua, agar muncul talent-talent di bidang olahraga terutama sepakbola,” kata Jokowi.
Digulirkan untuk kali pertama pada tahun ini, PFA sudah menjaring 30 anak berusia 12-13 tahun dari seantero Papua dari sekitar 477 pendaftar. Sementara direktur akademi ini diemban oleh eks Asisten Pelatih Tim Nasional Indonesia era Alfred Riedl, Wolfgang Pikal.
“Nanti akan kelihatan berapa (dari PFA) yang akan masuk ke (Timnas) U-14, seleksi lagi berapa yang masuk ke U-19, berapa yang masuk ke elite sepakbola nasional. Sehingga muncul yang bisa lebih dari Ruly Nere, Yohanes Auri, Alexander Pulalo, Boaz Solossa, yang agak muda seperti Ramai Rumakiek, Ricky Kambuaya,” kata Jokowi.
“Semuanya bisa mengejar kakak-kakak mereka. Dengan kualitas yang jauh lebih baik karena memang disiapkan, kalau yang sebelumnya kan alami.”
Lebih dari itu, PFA adalah usaha untuk membuat fasilitas olahraga berstandar internasional eks PON tidak menjadi “benda mati”. Sejalan dengan itu, Pemerintah juga menyatakan bahwa Papua adalah provinsi olahraga.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November



