F1 GP Singapura: Ancaman Kabut Asap Karhutla dari Indonesia, Jadwal Balap Aman

AKURAT.CO Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berpotensi membatasi rangkaian aktivitas luar ruangan pada gelaran Formula 1 GP Singapura 2026 akhir pekan ini.
Meski demikian, pihak penyelenggara memastikan belum ada rencana untuk mengubah maupun membatalkan agenda hiburan yang telah disiapkan.
Badan Pengatur Olahraga Otomotif Dunia (FIA) menyatakan bahwa pembatasan kegiatan luar ruangan, termasuk konser hiburan, baru akan diberlakukan jika kualitas udara di Singapura memburuk secara signifikan.
Baca Juga: Karhutla 2026 Meluas, Dampak Kesehatan Masyarakat Jadi Perhatian
Kendati demikian, sesi balapan malam di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay dipastikan tetap bergulir sesuai jadwal pada Minggu (11/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Singapura dilaporkan telah diselimuti kabut asap dalam beberapa pekan terakhir. Kualitas udara di Negeri Singa tersebut bahkan berada dalam kategori tidak sehat menjelang akhir pekan balapan, di tengah padatnya agenda konferensi internasional yang dihadiri para pemimpinan bisnis, olahraga, hingga mata uang kripto.
Direktur Eksekutif Singapore GP Pte Ltd, Adam Firth, membantah spekulasi mengenai pembatalan ajang hiburan pendukung. Ia menegaskan seluruh agenda masih berjalan sesuai rencana awal.
"Bertentangan dengan laporan media baru-baru ini, saat ini tidak ada rencana untuk mengubah aktivitas hiburan kami di ajang Formula 1 Singapore Airlines Singapore Grand Prix 2026," tegas Firth dalam pernyataan resminya.
Firth menambahkan, pihak operasional terus memantau dinamika cuaca dan tingkat ketebalan asap sebagai bagian dari prosedur standar penyelenggaraan acara.
"Jika ada perubahan, kami akan menyampaikannya melalui saluran resmi secara tepat waktu," ujarnya.
Di sisi lain, FIA meyakini fenomena asap tidak akan mengganggu jarak pandang maupun jadwal kegiatan di atas lintasan.
"Tingkat kualitas udara dipantau secara ketat oleh otoritas setempat yang berwenang, dan langkah-langkah antisipasi yang sesuai telah disiapkan," tulis pernyataan resmi FIA dikutip dari The Straits Times.
Baca Juga: Pemerintah Perketat Penegakan Hukum Karhutla, Korporasi hingga Pemegang HGU Dibidik
Guna menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh tim balap serta penonton, Dewan Pariwisata Singapura bersama penyelenggara telah menyiagakan tim medis serta membagikan masker N95 gratis di area sirkuit jika diperlukan.
"Jika kabut asap menyebabkan gangguan signifikan terkait jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional, seluruh lembaga terkait akan berkoordinasi erat dengan Singapore GP untuk mengambil keputusan bersama," jelas pernyataan Dewan Pariwisata Singapura.
Ancaman kabut asap serupa pernah membayangi gelaran GP Singapura pada musim 2019 silam. Kala itu, meski Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masuk kategori tidak sehat, balapan malam yang memadukan aksi jet darat dan konser musik megah tersebut tetap sukses dihelat hingga garis finis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver


