Bawa Ducati Tembus 100 Kemenangan di MotoGP, Gigi: Motor Desmosedici Paling Berkesan
AKURAT.CO Kemenangan manis Marc Marquez pada balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Minggu (4/10/2026), menjadi tonggak sejarah baru bagi Ducati Corse.
Hasil tersebut menandai kemenangan ke-100 pabrikan Borgo Panigale di ajang MotoGP di bawah kepemimpinan sang General Manager, Luigi 'Gigi' Dall’Igna.
Meski telah mengoleksi ratusan podium tertinggi hingga deretan gelar juara dunia, Dall’Igna membuat pengakuan mengejutkan. Pria asal Italia itu menyebut motor yang paling berkesan dan menempati posisi spesial di hatinya justru Desmosedici GP15, motor yang sebenarnya tidak pernah memenangi satu balapan pun.
Baca Juga: Akui Marc Marquez Sulit Ditaklukkan di Motegi, Jorge Martin Tatap MotoGP Indonesia dengan Positif
GP15: Fondasi Awal Fondasi Era Keemasan Ducati
Dall’Igna bergabung dengan Ducati dari Aprilia pada akhir 2013. Sentuhan tangannya langsung membawa Desmosedici kembali mencicipi podium pada musim 2014, sebelum akhirnya meluncurkan GP15, motor pertama yang sepenuhnya dirancang di bawah arahan teknis dirinya secara penuh.
Walau tak pernah berdiri di podium tertinggi, GP15 mencatatkan sembilan podium dengan lima kali finis di posisi runner-up melalui trio pembalap Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci sepanjang musim 2015. Bagi Dall’Igna, motor itulah yang mengubah peta kekuatan Ducati di kelas para raja.
"Jujur saja, GP15 adalah motor paling penting bagi saya, karena dengan motor itulah kami membuat lompatan yang nyata," kata Dall’Igna seusai merayakan kemenangan ke-100 di Motegi seperti dikutip Crash.
"Saat itu tidak mudah, ada banyak sekali tekanan. Jadi saya pikir motor itu, mesin itu, tetap berada di hati saya melebihi yang lainnya. Meskipun tentu saja motor yang mempersembahkan gelar juara dunia pembalap pertama juga sangat penting bagi saya."
Kemenangan perdana era Dall’Igna baru tercipta pada 2016 lewat Andrea Iannone di GP Austria. Setelah itu, Ducati setidaknya harus menunggu sekitar enam tahun hingga 2022 saat Francesco Bagnaia memutus dahaga gelar juara dunia pembalap sejak era Casey Stoner pada 2007, sebelum akhirnya mendominasi takhta MotoGP hingga saat ini.
"Ini tentu saja era keemasan bagi kami! Kami meraih hasil-hasil yang luar biasa dan rasanya sangat sulit untuk melakukan yang lebih baik dari ini," jelas Dall’Igna.
Mengenai kemenangan ke-100 yang dipersembahkan Marquez di Motegi, Dall’Igna memberikan pujian setinggi langit bagi pembalap bernomor start 93 tersebut. Hasil ini sekaligus memangkas jarak Marquez dari Jorge Martin (Aprilia Racing) di puncak klasemen sementara menjadi hanya tersisa dua poin.
"Marc benar-benar luar biasa. Di beberapa balapan terakhir ini dia melakukan segalanya dengan sangat tepat, jadi selamat untuk dia dan seluruh tim," ujar Dall’Igna.
Baca Juga: Ungu Resmi Gantikan Juicy Luicy di MotoGP Mandalika 2026, Ini Penjelasan Penyelenggara
Di sisi lain, Francesco Bagnaia yang menjadi penyumbang kemenangan terbanyak bagi Ducati di era Dall’Igna (31 kemenangan) harus puas finis di posisi kedelapan di Motegi.
Pencapaian 100 kemenangan ini bakal menjadi bahan bakar Ducati untuk menghadapi persaingan sengit melawan Aprilia pada seri berikutnya di GP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada akhir pekan mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna Besok
- 10Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: Nama Saya Hancur Sehancur-hancurnya







