Akurat Logo

Soal Hamilton Gabung Red Bull, Helmut Marko Tak Suka "Dua Jagoan"

Riandar Fata Hudaya | 14 Agustus 2023, 17:31 WIB
Soal Hamilton Gabung Red Bull, Helmut Marko Tak Suka "Dua Jagoan"

AKURAT.CO, Menyandingkan Max Verstappen dan Lewis Hamilton di Red Bull adalah hal yang sulit diwujudkan. Persaingan kedua pembalap Formula One (F1) ini sebagai "matahari kembar" di satu tim yang sama bisa memberikan kemunduran dan mengesampingkan tim.

Pandangan ini disampaikan oleh penasehat Red Bull, Helmut Marko, tentang isu yang menyebutkan bahwa Hamilton berpeluang bergabung ke timnya untuk menggantikan Sergio Perez yang kontraknya bakal habis pada 2024. Marko lebih suka hanya ada satu pembalap jagoan di Red Bull yang saat ini ditempati oleh Verstappen

“Publik, penonton TV dan para jurnalis jelas menyukainya. Tetapi kami sebagai manajemen tim ingin sukses dan kami ingin memenangi kejuaraan–jika memungkinkan pembalap dan konstruktor,” kata Marko sebagaimana dipetik dari Crash.

“Maka itu lebih baik jika Anda punya hirearki, di mana jelas siapa yang lebih cepat sebagai nomor satu dan siapa yang merupakan pembalap nomor dua.”

Marko bercermin pada situasi persaingan antara Ayrton Senna dan Alain Prost yang sama-sama berada di Honda Marlboro McLaren pada musim 1988-1989. Ketika itu, Senna menjadi juara dunia pada 1988 dengan Prost runner-up dan setahun kemudian Prost menjadi juara sebaliknya Senna di posisi kedua.

Alhasil, Prost akhirnya hengkang dari Honda dan hijrah ke Ferrari selepas menjadi juara pada 1989. Adapun Senna bertahan dan menjadi juara dunia di musim 1990 dan 1991.

“Atmosfer keseluruhan tim dan penampilan kami tidak seharusnya menderita. Di masa lalu, kita melihat, sebagai contoh, Senna dan Prost, dua superstar, yang bersaing satu sama lain dan menempatkan tim di tempat kedua,” kata Marko.

Alih-alih Lewis Hamilton, Helmut Marko lebih suka memilih pembalap McLaren, Lando Norris, untuk mendampingi Verstappen di Red Bull. Apalagi, Norris sempat dua kali menjadi runner-up beruntun di belakang Verstappen, yakni di Grand Prix Hungaria dan Belgia, Juli lalu.

 “Norris saya masih bisa membayangkan tetapi Hamilton sebagai rekan setim (Verstappen), saya sulit mendengarnya,” kata Marko.

Verstappen dan Red Bull musim ini tampil dominan dengan meraih sepuluh gelar juara dari 12 seri yang sudah bergulir. Dengan dua gelar milik Perez, Red Bull sama sekali tak memberi kesempatan untuk tim lain menjadi juara di musim berjalan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.