Bezzecchi Harus Tinggalkan Rossi Jika Ingin Motor Ducati Terbaru
AKURAT.CO, Meraih empat podium dengan dua gelar juara rupanya membuat pabrikan Ducati menganggap Marco Bezzecchi pantas mengendarai motor utama mereka musim depan, Desmodici 24. Namun, syaratnya Bezzechi harus hengkang dari timnya saat ini, Mooney VR46, dan bergabung ke tim yang menyediakan Desmodici.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, merespons keinginan Marco Bezzecchi mengendarai motor pertama pabrikannya di balapan MotoGP musim mendatang. Masalahnya, Ducati hanya menyediakan empat motor dengan masing-masing dua untuk tim utama Ducati dan Pramac Racing.
“Jujur saja, ada kemungkinan dia (Bezecchi) bakal bergabung dengan Pramac, tetapi itu tidak pasti,” kata Ciabatti sebagaimana dipetik dari Crash.
“Di sisi lain, Pramac masih punya pilihan kontrak untuk mendapatkan mesin (motor terbaru) untuk kedua pembalap mereka. Jika mereka mempertimbangkan opsi itu, kami harus menghormatinya.”
Pramac sendiri saat ini dihuni oleh Johann Zarco dan Jorge Martin sementara Ducati masih diperkuat Franseco Bagnaia dan Enea Bastianini. Sebagaimana yang dikatakan Ciabatti, Bezzecchi mesti pindah ke Pramac dan itu berarti Pramac berkemungkinan bakal menggeser Johann Zarco.
Sementara itu, dengan apa yang sudah dicapainya musim ini, sulit tampaknya bagi Bezzecchi untuk meninggalkan VR46. Selain karena merupakan pembalap yang datang dari Akademi VR46, Bezzecchi punya ikatan kekeluargaan kuat dengan para pembalap, kru, dan terutama pemilik tim yang juga legenda MotoGP: Valentino Rossi.
“Kru VR46 melakukan pekerjaan yang baik,” kata Ciabbati.
“Dan dalam diri Bezzecchi mereka punya pembalap yang mereka bangun dari Moto2. Tim bekerja dengan sangat baik, mereka sangat gembira dengan balapan-balapan yang hebat, dua gelar grand prix sudah mereka menangi di 2023.”
Ducati sendiri memang berada di posisi terdepan dalam dua musim terakhir mengingat empat dari lima pembalap klasemen teratas menggunakan motor pabrikan mereka. Lebih bergengsi lagi, tiga teratas adalah pembalap Ducati dengan juara bertahan Fransesco Bagnaia sebagai pemimpin klasemen.
“Dan untuk alasan internal kami hanya bisa melengkapi empat pembalap dengan mesin pabrikan terkini. Membuat lebih banyak motor lagi bakal sangat rumit,” ucap Ciabbatti.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




