Turun ke Posisi 4, Lando Norris Anggap Penalti di GP AS Diputuskan Terburu-buru
AKURAT.CO, Lando Norris mengatakan bahwa penalti yang didapatkannya karena melakukan gerakan menyalip Max Verstappen di Grand Prix Amerika Serikat (GP AS) 2024 menghancurkan momentum baginya untuk meraih gelar juara.
Lando Norris menilai hukuman yang diterimanya yang menurunkan posisinya dari peringkat tiga ke peringkat empat terburu-buru.
Lando Norris berada satu posisi di belakang Max Verstappen yang semakin memperlebar keunggulannya di klasemen F1 2024 menjadi 57 poin dengan lima balapan tersisa.
Baca Juga: F1 GP Singapura: Lando Norris Raih Kemenangan Ketiga, Pangkas Selisih dari Max Verstappen
"Yang salah adalah apa yang dilakukan Max, yaitu mempertahankan posisinya dengan keluar jalur dan mempertahankan posisinya. Dia terlalu bertahan dan melakukan kesalahan, lalu mendapat keuntungan dari itu," sanggah Norris sebagaimana dikutip BBC.
"Saya harus keluar dari lintasan. Tidak mungkin orang lain tahu apakah saya bisa kembali ke lintasan atau tidak, oleh karena itu Anda tidak bisa mengatur hal semacam itu."
Pembalap McLaren itu menghabiskan sebagian besar balapan di Circuit of the Americas (Cota), Minggu (20/10), di belakang Verstappen.
Tetapi, strategi "offset" memberinya keuntungan di putaran kedua dan mampu mendekati bagian belakang mobil Red Bull dengan 12 putaran tersisa.
Norris mendapatkan peluang terbaiknya saat melaju ke jalur luar di tikungan 12 saat Verstappen bertahan di jalur dalam. Kedua mobil keluar jalur di pintu keluar dan Norris muncul dengan mengungguli Verstappen.
Verstappen langsung mengeluh bahwa Norris telah menyalipnya keluar lintasan di mana hal tersebut tidak diperbolehkan. Tapi, Norris dan McLaren melihat kejadian tersebut dari sudut pandang yang berbeda.
Baca Juga: F1 GP Belanda: Norris Asapi Verstappen di Depan Publiknya Sendiri
Mereka mengatakan para pengawas balapan seharusnya meninjau insiden tersebut dengan kedua pembalap setelah balapan.
"Bagi saya, itu keputusan yang terburu-buru. Mereka tidak mendengar atau memahami poin kami, yang seharusnya mereka lakukan setelah balapan," kata Norris.
"Mereka hanya ingin membuat keputusan saat itu juga, jadi mereka tidak mengubah poin, podium, dan hal-hal seperti itu."
Balapan F1 GP AS 2024 berakhir dengan dominasi Ferrari yang menempati posisi satu-dua di mana Charles Leclerc keluar sebagai juaranya dengan dibuntuti sang rekan Carlos Sainz Jr.
Max Verstappen yang finis di urutan keempat mendapat posisi tiga besar setelah Norris mendapatkan penalti di akhir balapan yang membuatnya turun satu posisi ke urutan empat.
Rekannya dari McLaren, Oscar Piastri, melengkapi posisi lima besar di depan pembalap Mercedes, George Russell, dan Sergio Perez dari Red Bull yang masing-masing menempati posisi enam dan tujuh.
Posisi Sepuluh Besar Balapan F1 GP AS 2024
1. Charles Leclerc - Ferrari
2. Carlos Sainz Jr. - Ferrari
3. Max Verstappen - Red Bull
4. Lando Norris - McLaren
5. Oscar Piastri - McLaren
6. George Russell - Mercedes
7. Sergio Pérez - Red Bull
8. Nico Hülkenberg - Haas
9. Liam Lawson - RB-Honda
10. Franco Colapinto - Williams
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok








