Soal Hamilton Gabung Red Bull, Helmut Marko Tak Suka "Dua Jagoan"

AKURAT.CO, Menyandingkan Max Verstappen dan Lewis Hamilton di Red Bull adalah hal yang sulit diwujudkan. Persaingan kedua pembalap Formula One (F1) ini sebagai "matahari kembar" di satu tim yang sama bisa memberikan kemunduran dan mengesampingkan tim.
Pandangan ini disampaikan oleh penasehat Red Bull, Helmut Marko, tentang isu yang menyebutkan bahwa Hamilton berpeluang bergabung ke timnya untuk menggantikan Sergio Perez yang kontraknya bakal habis pada 2024. Marko lebih suka hanya ada satu pembalap jagoan di Red Bull yang saat ini ditempati oleh Verstappen
“Publik, penonton TV dan para jurnalis jelas menyukainya. Tetapi kami sebagai manajemen tim ingin sukses dan kami ingin memenangi kejuaraan–jika memungkinkan pembalap dan konstruktor,” kata Marko sebagaimana dipetik dari Crash.
“Maka itu lebih baik jika Anda punya hirearki, di mana jelas siapa yang lebih cepat sebagai nomor satu dan siapa yang merupakan pembalap nomor dua.”
Marko bercermin pada situasi persaingan antara Ayrton Senna dan Alain Prost yang sama-sama berada di Honda Marlboro McLaren pada musim 1988-1989. Ketika itu, Senna menjadi juara dunia pada 1988 dengan Prost runner-up dan setahun kemudian Prost menjadi juara sebaliknya Senna di posisi kedua.
Alhasil, Prost akhirnya hengkang dari Honda dan hijrah ke Ferrari selepas menjadi juara pada 1989. Adapun Senna bertahan dan menjadi juara dunia di musim 1990 dan 1991.
“Atmosfer keseluruhan tim dan penampilan kami tidak seharusnya menderita. Di masa lalu, kita melihat, sebagai contoh, Senna dan Prost, dua superstar, yang bersaing satu sama lain dan menempatkan tim di tempat kedua,” kata Marko.
Alih-alih Lewis Hamilton, Helmut Marko lebih suka memilih pembalap McLaren, Lando Norris, untuk mendampingi Verstappen di Red Bull. Apalagi, Norris sempat dua kali menjadi runner-up beruntun di belakang Verstappen, yakni di Grand Prix Hungaria dan Belgia, Juli lalu.
“Norris saya masih bisa membayangkan tetapi Hamilton sebagai rekan setim (Verstappen), saya sulit mendengarnya,” kata Marko.
Verstappen dan Red Bull musim ini tampil dominan dengan meraih sepuluh gelar juara dari 12 seri yang sudah bergulir. Dengan dua gelar milik Perez, Red Bull sama sekali tak memberi kesempatan untuk tim lain menjadi juara di musim berjalan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi




