AKURAT.CO, Pembalap MotoGP asal Australia, Jack Miller buka-bukaan mengenai keputusannya meninggalkan Ducati untuk membela KTM mulai musim depan. Ia mengaku muak karena sulit mendapatkan kepercayaan dari tim asal Italia tersebut.
Sejak bergabung dengan Ducati bersama tim satelit Pramac Racing pada 2018, Miller kerap hanya mendapatkan kontrak selama setahun. Padahal, pembalap berusia 27 tahun itu kerap mendapatkan podium dan mengaku sudah nyaman bekerja di tim Ducati.
Kurangnya kepercayaan tersebut membuat Miller dirumorkan bakal didepak oleh Ducati akhir musim nanti. Bergerak cepat sebelum ditendang, pembalap kelahiran Queensland, Australia itu memutuskan untuk menandatangani kontrak dua tahun bersama KTM mulai musim depan.
"Saya tidak akan duduk di sini dan berbohong dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Saya mulai bosan dengan kontrak satu tahun. Saya muak dan lelah membenarkan mengapa saya harus diinginkan,” kata Miller, sebagaimana dipetik dari Crash, Rabu (5/10).
“Harus membenarkan diri saya di Qatar setiap tahun, mengapa saya pantas mendapatkan pekerjaan itu, mengapa saya pantas mendapatkan posisi saya, dan dipertanyakan tidak hanya oleh media, tetapi oleh semua orang.”
Miller mengakui bahwa memiliki dinamika yang bagus saat bekerja sama dengan Francesco Bagnaia sejak di Pramac Racing pada 2019. Ia juga tak menampik bahwa rekan setimnya itu sudah menjadi “rider utama” Ducati sejak musim 2021.
Namun, Miller merasa dirinya kurang mendapatkan kepercayaan dari tim Ducati karena bukan berasal dari Italia. Seperti komposisi tim Ducati musim depan di mana menduetkan Bagnaia dengan Enea Bastianini, yang sama-sama pembalap asal Negeri Pizza -julukan Italia.
“Tapi, Anda tahu, dengan dua orang Italia di tim Italia? Maksudku, aku tidak ingin banyak bicara… Saya pikir mereka tahu apa yang penting. Mereka tahu apa yang mereka inginkan! Saya pikir Anda akan kesulitan menemukan rekan setim yang santai seperti saya," jelas Miller.
“Pada akhirnya, saya adalah orang ‘luar’ di Ducati. Saya orang Australia di dalam tim Italia. Saya tidak berbicara bahasa Italia sehingga saya jadi orang ‘luar’. Bahasa membuat tim lebih mudah. Saya sangat terbuka dan berbicara dengan tim dan saya pikir tim sangat menikmati kehadiran saya, tetapi itu tidak pernah sama, budaya kami beda.”
Penampilan Miller bersama Ducati di musim ini sendiri terbilang cukup baik. Ia mampu mengemas satu kemenangan di Jepang, dan sudah enam kali naik podium. Miller pun kini menempati urutan kelima dalam klasemen sementara dengan koleksi 179 poin, hanya terpaut 40 angka dari Fabio Quartararo yang ada di puncak.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai





