Akurat Logo

Spencer: Ketimbang Konflik, Marquez-Rossi Harus Fokus pada Olahraga

Riandar Fata Hudaya | 17 Oktober 2018, 14:48 WIB
Spencer: Ketimbang Konflik, Marquez-Rossi Harus Fokus pada Olahraga

AKURAT.CO, Mantan juara dunia MotoGP asal Amerika Serikat, Freddie Spencer, mengaku memahami konflik antara Marc Marquez dan Valentino Rossi. Namun, ia berharap dua juara beda usia itu lebih fokus pada olahraga ketimbang ego sebagai pembalap utama.

Hal tersebut disampaikan Spencer menjelang Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi, akhir pekan ini. Spencer menyoroti peristiwa ketika Rossi menolak jabat tangan Marquez setelah persinggungan di lintasan Grand Prix Argentina, April silam.

“Mereka adalah dua pembalap teratas pada saat itu (di Argentina), pembalap tua dan muda. Hal yang sama terjadi pada saya dan Kenny Roberts. Saya memahami konflik itu,” ucap Spencer dalam wawancara dengan Marca.

“Marquez berusaha menjabat tangannya (Rossi), tetapi Valentino tidak tertarik. Tapi kedua pembalap, Marc dan Valentino, harus memikirkan olahraga. Itulah (olahraga) yang memberikan mereka kesempatan untuk apa yangg mereka lakukan.”

Selain itu, Spencer juga berbicara tentang persaingan di Repsol Honda musim depan ketika Jorge Lorenzo akan bertarung di bawah bendera yang sama dengan Marquez. Menurut juara MotoGP 500 cc 1983 dan 1985 itu, Lorenzo akan menekan Marquez dan membuat Marquez menjadi lebih kompetitif.

“Jika Jorge (Lorenzo) beradaptasi dengan Honda, dia akan menekan Marc dan Marc akan meningkat. Itu juga yang saya harapkan dari Maverick (Vinales) di Yamaha setelah pramusim dan seri pertama,” kata Spencer. “Tapi itu tidak terjadi pada Maverick.”

Spencer akan berada di Motegi untuk menyaksikan GP Jepang pekan ini. Ia akan menyaksikan seberapa besar peluang pembalap elite lainnya untuk bisa menjegal langkah Marquez yang kian dekat dengan gelar juara.[]

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.