Akurat Logo

Jadi Penentu Emas Asian Games 2026, Ubed Enggan Jumawa dan Terus Berbenah: Masih Banyak Laga yang Harus Dijalani

Dian Eko Prasetio | 8 Oktober 2026, 13:51 WIB
Jadi Penentu Emas Asian Games 2026, Ubed Enggan Jumawa dan Terus Berbenah: Masih Banyak Laga yang Harus Dijalani
Aksi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, di babak delapan besar Asian Games 2026 - (Dok: PBSI)

AKURAT.CO Pemain tunggal putra muda Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, menegaskan komitmennya untuk terus membenahi kekurangan diri usai tampil sebagai pahlawan penentu kemenangan tim beregu putra dalam menyabet medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Penampilan debutnya yang fantastis di ajang olahraga empat tahunan terbesar se-Asia tersebut tak lantas membuatnya cepat berpuas diri.

Keberhasilan pebulutangkis yang akrab disapa Ubed itu meraih emas sektor beregu putra dipastikan usai membekuk wakil Tiongkok, Weng Hongyang, dua gim langsung 23-21, 21-13 pada partai kelima yang menegangkan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.

Baca Juga: Emas Asian Games Jadi Batu Loncatan, Leo/Daniel Alihkan Fokus Incar Tiket Olimpiade LA 2028

Kemenangan dramatis 3-2 atas Tiongkok tersebut diraih secara spektakuler lewat aksi comeback usai Indonesia sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu.

Kekalahan awal dialami Jonatan Christie yang menyerah dari Shi Yu Qi 13-21, 18-21, diikuti pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang tunduk dari Liang Weikeng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21.

Momentum kebangkitan Merah Putih dimulai lewat kemenangan Alwi Farhan atas Li Shifeng 23-21, 15-21, 21-16, sebelum ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan kedudukan 2-2 usai menundukkan He Jiting/Liu Yi 23-21, 21-10.

Ubed yang tampil di partai pemungkas akhirnya menyempurnakan kebangkitan bersejarah Indonesia.

"Pastinya saya cukup senang dengan pencapaian di Asian Games ini. Apalagi ini pertama kali saya tampil di Asian Games," kata Ubed di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

"Ke depannya masih banyak yang harus saya perbaiki dan saya tambah lagi. Apalagi ke depan masih banyak pertandingan yang harus diikuti dan dipelajari."

Hasil manis ini mengukir tinta emas bagi kontingen Indonesia karena menjadi medali emas pertama di Asian Games 2026. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dahaga gelar tim beregu putra yang telah berpuasa emas selama 28 tahun sejak terakhir kali meraihnya pada Asian Games 1998 di Bangkok.

Selain berfokus pada pengembangan karier profesionalnya di level internasional, atlet muda asal Madura ini juga sudah merencanakan alokasi bonus serta apresiasi yang diterimanya dari pemerintah maupun sponsor.

Baca Juga: Jepang Terbuka: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Alwi Farhan Melesat ke 16 Besar

Pebulutangkis binaan PB Djarum tersebut berniat menyisihkan sebagian apresiasi tersebut untuk membahagiakan kedua orang tuanya serta membangun sarana olahraga di tanah kelahirannya.

"Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah. Di Madura, Sampang," tutur Ubed tersenyum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.