Akurat Logo

Malaysia Masters: Apriyani/Lanny Ikut Kandas, Indonesia Hanya Sisakan Sektor Tunggal Putra di Perempat Final

Dian Eko Prasetio | 22 Mei 2026, 14:40 WIB
Malaysia Masters: Apriyani/Lanny Ikut Kandas, Indonesia Hanya Sisakan Sektor Tunggal Putra di Perempat Final
Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari, usai bertanding menghadapi Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min asal China di babak 16 besar Malaysia Masters 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/5/2026). PBSI

AKURAT.CO, Hasil minor kembali membayangi skuad bulutangkis Indonesia pada babak 16 besar Malaysia Masters 2026. Sektor ganda putri dipastikan habis tidak tersisa menyusul kekalahan satu-satunya tumpuan Merah Putih, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (21/5), Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil China sekaligus unggulan keenam turnamen Malaysia Masters, Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min, lewat drama rubber game dengan skor akhir 10-21, 21-15, dan 17-21.

Kekalahan ini memperpanjang duka tim Merah Putih di Negeri Jiran mengingat sektor ganda campuran baru saja rontok berjemaah dan sektor tunggal putri telah gugur pada babak sebelumnya di Malaysia Masters kali ini.

Hasil ini memastikan Indonesia hanya menyisakan wakil dari sektor tunggal putra lewat Jonatan Christie dan Moh Zaki Ubaidillah pada babak perempat final hari ini.

Apriyani/Lanny mengawali laga dengan performa kurang meyakinkan pada gim pertama. Mereka terus berada di bawah tekanan karena gagal mengantisipasi strategi yang diterapkan oleh pasangan Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Di gim pertama kami masih kaget dengan pola permainan lawan yang panjang-panjang lurus dan kami terbawa pola lawan. Kami banyak kehilangan poin dan tertekan," kata Lanny.

Pasangan Indonesia sempat membuka asa setelah berhasil merebut gim kedua lewat perubahan strategi yang diinstruksikan oleh tim pelatih.

"Di gim kedua kami diberikan instruksi untuk mengubah pola main dan tidak mengadu bola dengan lawan, akhirnya bisa menang. Namun di gim ketiga kami tertinggal terlalu jauh dan sulit untuk mengejar," tambah Lanny.

Lanny bahkan memuji kualitas permainan menyerang yang ditunjukkan oleh Chen/Luo sepanjang laga. Menurutnya, sang lawan memiliki bola pembukaan dan bola sambung yang cukup bagus.

Hal senada juga diungkapkan oleh tandemnya, Apriyani Rahayu. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo ini menyebutkan bahwa jarak poin yang terlanjur melebar di awal gim ketiga menjadi kendala terbesar mereka untuk melakukan comeback.

"Di pertengahan gim ketiga kami sebenarnya sudah mendapatkan pola mainnya, namun lawan terus menekan dan kami tertinggal cukup jauh," jelas Apriyani.

Menatap kalender turnamen berikutnya yang kian padat, termasuk ajang bergengsi Indonesia Terbuka 2026 di Jakarta dalam dua pekan ke depan, Apriyani menegaskan mereka harus segera berbenah dari segi variasi strategi di lapangan.

"Evaluasi ke depannya, kami harus punya pola permainan yang lebih taktis," pungkas Apriyani.

Kekalahan ini membuat harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar juara kini sepenuhnya bertumpu pada sektor tunggal putra lewat pundak Jonatan Christie yang akan menantang Hu Zhe An (China), serta Moh. Zaki Ubaidillah yang siap meladeni Christo Popov (Prancis) pada babak delapan besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.