PBSI: Tim Medis Baru Masuk Lapangan setelah 40 Detik Zhang Zhi Jie Kolaps

AKURAT.CO, Dunia bulutangkis tengah berkabung. Salah satu atlet muda berbakat asal China, Zhang Zhi Jie, harus menghembuskan nafas terakhirnya di atas arena pertandingan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6) malam WIB.
Zhang Zhu Jie tiba-tiba tersungkur di atas lapangan saat melakoni laga melawan wakil Jepang, Kazuma Kawano, di kedudukan 11-11 pada pertandingan terakhir penyisihan grup Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2024.
Setelah tersungkur sekitar 40 detik tanpa penanganan, tim medis dan dokter turnamen segera masuk untuk memberikan pertolongan pertama setelah mendapat panggilan dari wasit. Hal ini sudah sesuai standar operasi dan panduan yang berlaku di setiap turnamen bulutangkis internasional dari BWF dan Badminton Asia.
Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia: Atlet Mengheningkan Cipta untuk Zhang Zhie Jie sebelum Laga
Setelah wasit mengizinkan tim medis untuk masuk arena pertandingan, mereka melakukan pemeriksaan survei awal dan pertolongan awal sesuai prosedur.
"Tim medis masuk arena untuk melakukan pemeriksaan survei awal dan pertolongan awal sesuai prosedurnya," kata humas PBSI, Broto Happy dalam keterangan pers secara daring di Kompleks GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7).
Diketahui, korban mengalami penurunan kesadaran dan pernapasan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr S Hardjolukito.
"Setelah diberikan pertolongan pertama, dokter turnamen memutuskan untuk melarikan Zhang ke rumah sakit rujukan yaitu Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Dr S Hardjolukito yang berjarak 4,7 kilometer dengan durasi (perjalanan) sepuluh menit."
Pemilihan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Dr S Hardjolukito sebagai rumah sakit rujukan sesuai dengan rekomendasi Badminton Asia terkait jarak dan fasilitas yang tersedia. Selain itu, sudah dicantumkan dalam prospektus dan disetujui oleh wasit.
Baca Juga: Zhang Zhi Jie Meninggal di AJC Yogyakarta, Ini Kata PBSI
"Sesampai di UGD RSPAU Dr S. Hardjolukito, korban dilakukan assessment dan ditemukan tidak ada nadi dan tidak ada napas spontan sehingga dilakukan prosedur pertolongan medis pijat jantung luar," kata Broto Happy menjelaskan.
"Prosedur pijat jantung Luar disertai alat bantu napas selama tiga jam, korban tidak menunjukkan respon sirkulasi spontan dan mulai timbul tanda kematian sekunder. Tim medis telah menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 20.50 WIB kepada pihak official team China."
Pada kondisi tersebut, ada permintaan dari official team China agar korban ditransfer ke RSUP Dr Sardjito untuk kemungkinan dilakukan tata laksana lebih lanjut. Korban tiba di UGD RSUP Dr Sardjito dalam kondisi tidak ada napas, tidak ada nadi, disertai dengan tanda kematian sekunder.
Di UGD RSUP Dr Sardjito, korban tetap mendapat tindakan resusitasi jantung dan paru selama 1,5 jam. Akan tetapi, tetap tidak ada respon sirkulasi spontan, sehingga tidak dilakukan tatalaksana penanganan lebih lanjut.
Setelah dilakukan penjelasan kepada official team China, maka tindakan pijat jantung luar dihentikan pada pukul 23.20 WIB.
Dengan demikian, kesimpulan pemeriksaan dan penanganan korban, baik di RSPAU Dr S Hardjolukito maupun RSUP Dr Sardjito menunjukkan hasil yang sama, yaitu korban mengalami henti jantung mendadak.
Saat ini jenazah masih berada di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito menunggu kedatangan orang tuanya dari China. Proses pemulangan jenazah ke negara asalnya akan ditanggung penuh oleh PBSI dan akan dikawal sampai selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








