Kembali Berlatih Bersama Pelatih Indonesia, PV Sindhu Juga Meditasi Demi Olimpiade Paris

AKURAT.CO, Memasuki tahun baru, pebulutangkis tunggal putri asal India, Pusarla Venkata Sindhu atau yang biasa disapa PV Sindhu, dengan tegas menatap Olimpiade Paris 2024 sebagai target terbesarnya.
Salah satu usaha untuk mengejar target itu adalah dengan melakukan perubahan kepelatihan. Mulai Januari ini, PV Sindhu berlatih bersama pelatih asal Indonesia yang sebelumnya sempat juga bekerja untuk Tim Nasional India, Agus Dwi Santoso.
Agus Dwi Santoso datang setelah PV Sindhu sempat dilatih oleh eks pebulutangkis asal Malaysia, Muhammad Hafizh Hashim, sejak Juli lalu. Juara dunia 2019 itu mengaku tidak sejalan dengan Hafizh dan memilih berlatih bersama Agus.
Baca Juga: Didominasi Tenis, Pusarla Sindhu Satu-satunya Atlet Bulu Tangkis Putri yang Masuk Daftar Forbes
“Saya sudah berlatih bersama Hafiz dan kemudian saya ingin beberapa perubahan–saya kira (latihan dengan Hafiz) tidak cocok dengan permainan saya–dan itu sebabnya saya minta Agus,” kata Sindhu sebagaimana dipetik dari New Strait Times.
Bersama Agus Dwi Santoso, PV Sindhu juga akan menghadapi persoalan mental yang selama ini diisukan sebagai salah satu masalah terbesarnya.
Pasca menjadi juara dunia 2019, misalnya, PV Sindhu dianggap tak bisa mengendalikan diri sehingga membuat pelatihnya ketika itu, Park Tae-sang, mundur tiba-tiba.
Saat ini, pebulutangkis berusia 28 tahun itu mengaku punya pelatih khusus mental.
“Beberapa dari latihan (mental) adalah meditasi, tetapi pada saat yang sama penting bahwa Anda tahu apa yang terjadi di kepala Anda ketika bermain,” kata Sindhu. “Ada banyak tekanan atau tanggung jawab, harapannya besar.”
Olimpiade sebenarnya adalah turnamen di mana PV Sindhu sudah berada satu langkah menuju medali emas. Ia lolos ke final Olimpiade Rio De Janeiro 2016 namun ketika itu dikalahkan oleh wakil Spanyol, Carolina Marin.
Di Olimpiade Tokyo 2020, Sindhu tersingkir di semifinal oleh pebulutangkis asal Chineese Taipei yang menduduki posisi ranking satu dunia ketika itu, Tai Tzu Ying. Sindhu menyebut edisi Tokyo lebih sulit ketimbang di Rio.
“Tokyo lebih berat dair Rio karena saya kalah di semifinal dan ada tekanan (untuk menang),” kata Sindhu.
“Jika saya ingin meraih sesuatu–dan tujuan saya adalah meraih emas olimpiade–untuk itu saya akan melakukan apapun. Itu sangat bermakna bagi saya.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








