Penggemar jadi Alasan Mathias Christiansen Belajar Bahasa Indonesia

AKURAT.CO, Pebulutangkis Denmark, Mathias Christiansen sudah dikenal sebagai atlet yang fasih berbahasa Indonesia. Namun, siapa yang menyangka bahwa alasan di balik Christiansen mempelajari bahasa adalah agar bisa berinteraksi dengan penggemar di Indonesia.
Diketahui, dalam podcast "Badminton Experience Episode 25", sebenarnya legenda tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, diundang jadi bintang tamu dalam podcast berdurasi 49 menit 38 detik itu.
Hans Vittinghus dan Anders Antonsen yang menjadi host, banyak melempar pertanyaan-pertanyaan menarik seputar masa kejayaan Taufik Hidayat.
Namun di antara sekelumit pertanyaan menarik itu, Taufik Hidayat justru dibuat takjub dengan bagaimana Anders Antonsen dan Hans Vittinghus dalam memelajari Bahasa Indonesia.
Kemudian, sosok Mathias Christiansen yang ada di belakang layar, justru ikut kecipratan pertanyaan dari Taufik Hidayat mengenai alasan belajar Bahasa Indonesia.
“Aku bisa sedikit Bahasa Indonesia,” ucap Mathias Christiansen menjawab pertanyaan Taufik Hidayat.
Taufik Hidayat yang takjub, langsung mengira bahwa Mathias Christiansen saat ini tinggal di Indonesia. Namun hal itu langsung dibantah oleh pebulu tangkis Denmark itu.
“Tidak (saya tidak tinggal di Indonesia), tapi saya tinggal di Denmak. Saya punya guru dari Indonesia. Dua kali seminggu seperti Hans belajar bahasa Indonesia,” ucap Mathias Christiansen.
Seolah menjadi host, Taufik Hidayat malah ‘kecanduan’ untuk melempar beberapa poin pertanyaan tentang alasan mengapa Mathias Christiansen tertarik belajar Bahasa Indonesia.
Padahal, banyak bahasa lain yang bisa dipelajari oleh partner Alexandra Boje di sektor ganda campuran bulutangkis asal Denmark itu.
Alasan Terselubung Christiansen Belajar Bahasa Indonesia
Masih dalam podcast Badminton Experience Episode 25, Taufik Hidayat masih menginterogasi Mathias Christiansen yang fasih berbicara bahasa Indonesia.
“Apa yang membuatmu tertarik mempelajari Bahasa Indonesia?” tanya Taufik Hidayat.
“Sebatas saya ingin berbicara dengan orang-orang di sini, dan menyapa para penggemar Indonesia. Juga bisa (berinteraksi) dengan para pemain Indonesia,” ucap Mathias Christiansen.
Namun ada satu hal yang cukup terselubung dan jarang diketahui tentang alasan pebulutangkis Mathias Christiansen mempelajari bahasa Indonesia.
“(dengan belajar Bahasa Indonesia), Saya juga mulai tahu budaya Indonesia,” jawab Mathias Christiansen.
Lantas, Anders Antonsen menyahut dengan candaan bahwa Mathias Christiansen belajar Bahasa Indonesia untuk mendapatkan sponsor dari perusahaan Tanah Air.
“Mungkin (dia) juga akan mendapatkan sponsor. Karena dia hanya ingin mencari uang, dan mungkin itu ide yang bagus,” sahutan Anders Antonsen yang langsung disambut gelak tawa dari semuanya.
Jika memang benar misinya ingin mencari sponsor, mungkin pebulu tangkis ganda campuran Denmark ranking 15 dunia itu bisa saja mewujudkannya di masa depan.
Seperti halnya rekan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang juga mendapatkan sponsor perusahaan asal Indonesia, SimInvest.
Sekadar informasi, SimInvest adalah aplikasi milik Sinarmas Sekuritas yang menjadi sponsor utama SimInvest Indonesia Open 2021 pada akhir November lalu.
Taufik Hidayat Kembali Kritisi Performa Anthony Ginting
Terlepas dari apapun niat Mathias Christiansen belajar Bahasa Indonesia, namun semangat pebulutangkis Denmark itu sudah mencuri hati penggemar di Tanah Air.
Selain itu, dalam podcast Badminton Experience itu, ada yang menarik soal beragam jawaban Taufik Hidayat saat menjawab pertanyaan dari Anders Antonsen dan Hans Vittinghus selaku host.
Termasuk ketika Taufik Hidayat harus menjawab pertanyaan tentang siapa pebulutangkis tunggal putra terbaik saat ini menurut sang legenda?
Menurut peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu, Anthony Ginting adalah tipikal pemain yang memiliki teknik yang bagus, namun mentalnya masih naik-turun.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK

