AKURAT.CO, Jelang SEA Games Thailand 2025 Desember mendatang, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil langkah strategis dengan menurunkan skuad muda.
Keputusan ini menjadi bagian dari program regenerasi jangka panjang. Sekaligus memberikan pengalaman bertanding di ajang multi event bagi para pemain masa depan bulutangkis Indonesia.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia kali ini bukan dengan kekuatan penuh.
Melainkan, kata Eng Hian, fokus pada pembentukan karakter dan mental para atlet muda di level internasional.
"SEA Games kali ini menjadi ajang penting untuk memberikan pengalaman kepada pemain muda agar terbiasa menghadapi tekanan dan atmosfer multievent, baik di nomor perorangan maupun beregu," ujar Eng Hian melalui keterangannya, Jumat (31/10).
PBSI telah menetapkan sepuluh atlet putra dan sepuluh atlet putri dalam daftar skuad SEA Games 2025.
Sejumlah nama seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Raymond/Joaquin menjadi bagian dari wajah baru tim Merah Putih di ajang dua tahunan tersebut.
"Long-list sudah kami kirim beberapa bulan lalu. SEA Games ini akan menjadi ajang regenerasi pemain muda Indonesia," kata Eng Hian.
"Mereka perlu pengalaman bertanding yang bervariasi agar semakin matang. Karena itu, kami kirim mereka ke turnamen dengan nuansa berbeda dari world tour series, yaitu ke turnamen multievent."
Meski tampil dengan skuad muda, PBSI tetap menargetkan satu medali emas dengan harapan besar disematkan kepada atlet tunggal putri, Putri Kusuma Wardani.
Pemain berperingkat tujuh dunia itu menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025 dengan capaian semifinal di Thailand Masters, Swiss Terbuka, Korea Terbuka, serta medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 di Paris.
"Saya melihat kepercayaan diri Putri meningkat setelah meraih perunggu di Kejuaraan Dunia. Tren permainannya juga makin stabil," tutur Eng Hian.
"Di SEA Games ini, saya berharap ia bisa jadi motor tim di beregu dan merebut emas di nomor perorangan."
Namun, tantangan besar menanti Indonesia. Tuan rumah Thailand dan rival kuat Malaysia sama-sama menurunkan kekuatan penuh.
Thailand diperkuat oleh Kunlavut Vitidsarn serta pasangan Dechapol Puavaranukroh/Suppisara Taerattanachai.
Sementara Malaysia membawa bintang top seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Eng Hian menegaskan bahwa regenerasi adalah investasi penting bagi masa depan bulutangkis Indonesia.
Ia berharap para pemain muda mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba pengalaman berharga dan tampil tanpa beban.
"Saya berharap pemain muda bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Mereka akan menghadapi tim kuat seperti Thailand dan Malaysia," kata Eng Hian.
"Tapi justru di situ mereka bisa bermain nothing to lose. Dukungan publik dan semangat tim akan sangat berarti bagi mereka di SEA Games nanti."