Ternyata Christian Hadinata Ikut Berperan Lahirkan Pasangan Greysia/Apriyani

AKURAT.CO, Tak bisa dipungkiri, prestasi Greysia Polii/Apriyani Rahayu adalah berkat kerja keras mereka berdua, dan hasil dari tangan dingin pelatih kepala ganda putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, dan asisten pelatih di Pelatnas, Chafidz Yusuf.
Tapi ternyata ada ilmu yang diwariskan oleh sang pelatih legendaris, Christian Hadinata kepada Eng Hian dan Chafidz Yusuf yang membuat mereka akhirnya tertarik untuk memasangkan Greysia dan Apriyani.
Christian Hadinata adalah pebulutangkis kelahiran 11 Desember 1949 yang aktif bermain di era 1970-an hingga 1980-an. Kemudian, sosok ini pernah melanjutkan karier sebagai pelatih.
“Ada salah satu kunci yang saya dapatkan dari guru saya, seorang legenda, Christian Hadinata. Saya belajar dari beliau bagaimana meracik pasangan ganda,” ungkap Chafidz.
Menurut Chafidz ada faktor teknis dan non-teknis yang menjadi dasar untuk meracik pemain ganda.
“Jadi, ada dua faktor, teknis dan non teknis. Untuk faktor teknis, seorang pemain itu kita lihat bagaimana pola permainannya dan juga kemampuannya," Chafidz menjelaskan.
“Yang satu pengatur serangan, yang satu lagi punya power yang kuat untuk finishing. Kan tidak pasti bagus juga kalau punya power dua-duanya, perpaduannya di situ saja.”
Greysia Polii merupakan pebulutangkis 34 tahun, dan menjadi kontestan paling tua di sektor ganda putri Olimpiade Tokyo 2020, tapi punya stamina yang tak boleh diremehkan.
Greysia berpasangan dengan Apriyani Rahayu, pebulutangkis muda yang punya power luar biasa, sehingga keduanya bisa menyabet medali emas bulutangkis nomor ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020.
Sedangkan untuk faktor non-teknis, Chafidz juga memaparkan bahwa tim pelatih perlu memantau keseharian sang pemain di luar lapangan, khususnya dari segi komunikasi.
“Kalau untuk non-teknis, selain saat latihan, kita juga amati di keseharian, pendekatan ke pemain, kita ajak diskusi. Kalau nggak ada masalah, kita bisa putuskan pasangan ini.”
Atas beberapa pertimbangan yang sudah dilakukan tim pelatih, Greysia yang dianggap sebagai sosok senior di sektor ganda putri, dinilai cocok untuk dipasangkan dengan Apriyani Rahayu yang punya kemauan tinggi untuk berlatih.
Hasilnya, Greysia/Apriyani bisa mengukir sejarah bagi Indonesia, sebagai pasangan ganda putri bulutangkis pertama yang meraih medali emas di ajang Olimpiade.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia




