Berkekuatan 420 Atlet, Indonesia Cuma Berani Targetkan Empat Emas di Asian Games 2026

AKURAT.CO Pemerintah bersama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) bersikap realistis dalam menatap gelaran Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Meski bakal mengirimkan kekuatan besar hingga mencapai 420 atlet, Indonesia hanya membidik target membawa pulang empat medali emas.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menjelaskan bahwa penurunan target ini didasarkan pada kalkulasi yang objektif.
Pada edisi sebelumnya, Merah Putih sukses mengemas tujuh medali emas. Namun, peta persaingan di Jepang nanti dipastikan berubah drastis menyusul dihapusnya sejumlah cabor pendulang emas Indonesia.
"Targetnya tentu mesti realistis, kurang lebih empat emas. Kalau dulu tujuh, tetapi dulu itu ada tiga nomor yang sudah tidak dipertandingkan lagi di Asian Games 2026, seperti menembak dan dayung," jelas Erick, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Guna mendongkrak performa kontingen di luar cabor yang hilang tersebut, Erick bersama Tim Chef de Mission (CdM) berkomitmen untuk mengawal penuh kesiapan moral dan mental bertanding para atlet agar berada di titik maksimal.
Baca Juga: Tatap Asian Games 2026, Erick Thohir Sebut Presiden Prabowo Restui Anggaran Pelatnas Jangka Panjang
Saat disinggung mengenai cabang olahraga mana saja yang diproyeksikan mengamankan medali emas, Erick memilih untuk menutup rapat peta kekuatan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai strategi diplomasi olahraga agar kesiapan atlet Indonesia tidak mudah diintip oleh negara kompetitor.
"Persaingan olahraga itu dinamika cukup tinggi. Jadi, kita juga tidak boleh lugu dengan membuka seluruh data kita, oh target emasnya dari cabang ini, atletnya ini, nomornya ini, ya musuh sudah tahu," jelasnya.
Meski demikian, Erick memastikan bahwa insentif bagi para peraih prestasi tetap menjadi prioritas pemerintah.
"Bapak presiden sudah menyiapkan bonus yang sangat baik dibandingkan negara-negara lain. Dan bonus ini kami minta menjadi tabungan masa depan dan investasi mereka sendiri," tambahnya.
CdM Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, menambahkan bahwa komposisi kontingen Indonesia kini sudah memasuki fase final.
Baca Juga: Bukan Sanksi, Ternyata Ini Penyebab Timnas Sepak Bola Indonesia Absen Main di Asian Games 2026
Berdasarkan arahan Kemenpora dan KOI, Indonesia dipastikan bakal berpartisipasi pada 32 cabang olahraga.
"Saat ini berjalan sekitar 411 atlet yang sudah dipersiapkan, tetapi estimasi nanti bisa bertambah sampai 420 atlet. Ditambah tim ofisial sekitar 150 orang, jadi total kontingen yang turun kurang lebih 600 orang," jelas Todotua.
Terkait aspek pendanaan, pria yang juga menjabat Wakil Menteri Investasi itu mengungkapkan bahwa Kemenpora telah mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp61 miliar.
Anggaran tersebut akan difokuskan penuh untuk kebutuhan prinsipil atlet, cabor, dan ofisial.
Namun, guna mengoptimalkan operasional dan kesuksesan kontingen di Jepang, tim CdM berencana membuka pintu bagi sektor privat untuk ikut ambil bagian.
"Di luar (APBN) itu, kami memang merencanakan untuk membuka dan juga meng-engage teman-teman swasta dalam bentuk sponsor. Tentunya ini dalam kerangka bagaimana kita menyukseskan Asian Games itu sendiri," kata Todotua.
Baca Juga: Tatap Asian Games 2026, Timnas Hockey Indonesia Tancap Gas TC dan 'Magang' di Liga Australia
Sebagai langkah awal penguatan internal, Todotua menjadwalkan bakal menggelar visitasi dan konsolidasi langsung ke pemusatan latihan 32 cabor tersebut mulai pekan depan.
Prioritas kunjungan akan diarahkan terlebih dahulu kepada cabor-cabor yang memiliki potensi kuat menyumbang medali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







