Wimbledon 2026: Jannik Sinner Dipaksa Peras Keringat, Novak Djokovic Amankan Rekor di All England Club

AKURAT.CO Juara bertahan sekaligus unggulan utama ternyata tidak membuat jalan Jannik Sinner mulus di laga pembuka Wimbledon 2026. Petenis nomor satu dunia asal Italia itu dipaksa memeras keringat dalam drama maraton lima set sebelum akhirnya sukses mengunci tiket babak kedua, Senin (29/6/2026) waktu setempat.
Tampil di lapangan keramat Centre Court All England Club, London, Sinner harus berjuang selama tiga jam 30 menit demi menundukkan ketangguhan petenis Serbia, Miomir Kecmanovic. Sinner akhirnya menang dengan skor akhir 4-6, 6-3, 6-7 (6-8), 6-2, dan 6-3.
Laga perdana ini menjadi ujian mental yang masif bagi Sinner, terutama setelah dia sempat tersingkir secara mengejutkan di babak awal Prancis Terbuka bulan lalu. Sinner bahkan sempat membuat publik London tegang setelah terjatuh dan mengalami benturan pada pinggulnya di awal laga.
Baca Juga: Wimbledon 2026: Janice Tjen Sikat Unggulan ke-22 Leylah Fernandez di Babak Pertama
Beruntung, dia sanggup bangkit tanpa meminta bantuan jeda medis. Catatan statistik menunjukkan performa Sinner yang fluktuatif namun mematikan. Dia melakukan 51 unforced errors, namun defisit itu berhasil ditutupi lewat gelontoran 31 ace yang menjadi penyelamatnya di momen-momen kritis.
"Saya sedikit tegang di awal dan tidak memainkan permainan terbaik saya. Set ketiga sangat sulit diterima (setelah kalah tie-break). Tetapi saya bisa membalikkan keadaan di dua set terakhir. Saya sangat senang," tutur petenis berusia 24 tahun tersebut, dilansir dari AOL.
Novak Djokovic Jaga Rekor Fantastis Sebelum 'Jam Malam'
Di paruh undian lainnya, sang legenda Novak Djokovic juga berhasil mengamankan tempat di babak kedua. Menempati posisi unggulan ketujuh, petenis berjuluk The Joker ini sukses menjinakkan perlawanan alot wakil Tiongkok, Wu Yibing.
Djokovic menang lewat duel ketat empat set dengan skor 6-4, 5-7, 6-5, dan 6-5. Laga ini diselesaikan secara dramatis sesaat sebelum batas aturan waktu pertandingan (curfew) pukul 23.00 waktu setempat berakhir.
"Wu benar-benar mengejutkan saya dengan kualitas pukulannya. Pada titik tertentu terlihat dia hampir tidak memiliki kelemahan," puji Djokovic.
Kemenangan ini sekaligus menorehkan tinta emas baru bagi Djokovic dengan 21 kemenangan beruntun. Memperpanjang rekor tak terkalahkan di laga putaran pertama Wimbledon sepanjang kariernya.
Baca Juga: Wimbledon: Serena Williams Tandai Comeback Emosional, Siap Guncang All England Club
Hasil tersebut juga membuat pemilik 24 gelar Grand Slam itu menambah koleksi kemenangan totalnya di rumput All England Club dengan catatan 103 kemenangan. Terkait kondisi fisiknya yang sempat tampak mengalami ketidaknyamanan pada punggung, Djokovic terkekeh.
"Itu lebih karena faktor usia (39 tahun) dibanding cedera parah," katanya.
Selain itu, hari pertama Wimbledon 2026juga langsung memakan korban para pemain unggulan. Dua kejutan besar tercipta lewat duel-duel melelahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








