Hadiah Grand Slam Tak Imbang, Aryna Sabalenka Sebut Petenis Bakal Boikot Grand Slam

AKURAT.CO, Petenis ranking satu dunia asal Belarusia, Aryna Sabalenka, mengatakan bahwa pada satu titik para petenis akan memboikot grand slam.
Pernyataan ini disampaikan Aryna Sabalenka sebelum Italia Terbuka di Roma, Italia, Selasa (5/5/2026), sehubungan dengan perselisihan soal hadiah untuk petenis di empat turnamen grand slam.
“Saya kira pada beberapa titik kami akan memboikotnya. Saya merasa hanya itu cara untuk memperjuangkan hak kami,” kata Aryna Sabalenka sebagaimana dipetik dari BBC.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah turnamen Prancis Terbuka yang bakal dihelat mulai 18 Mei mendatang. Turnamen grand slam yang juga dikenal dengan nama Roland Garros itu sejatinya sudah menaikkan hadiah sebanyak 9,5 persen.
Namun, para petenis meyakini jumlah tersebut masih di bawah 22 persen pemasukan total turnamen sebagai batas bawah yang diinginkan petenis.
“Saya merasa pertunjukannya adalah kami. Saya merasa tanpa kami bakal tidak ada turnamen dan tidak bakal ada hiburan,” kata Sabalenka.
Pun demikian, soal boikot menimbulkan pandangan berbeda. Eks petenis ranking satu dunia asal Polandia, Iga Swiatek, misalnya, menganggap aksi tersebut terlalu ekstrem.
“Saya berharap sebelum Roland Garros ada peluang untuk melakukan beberapa pertemuan dan kita akan lihat bagaimana,” kata Swiatek. “Tetapi, memboikot turnamen, itu sedikit ekstrem.”
Juara Australia Terbuka asal Kazakhstan, Elena Rybakina, memilih untuk melihat tren. Jika secara umum para petenis memilih boikot, Rybakina bersedia melakukannya.
“Jujur saja saya tidak tahu. Jika mayoritas bilang kita akan memboikot, maka saya akan ikut. Tidak masalah,” kata Rybakina.
Adapun Roland Garros menyediakan total 61.723 juta Euro (sekitar Rp1,25 triliun) untuk alokasi hadiah kepada petenis tahun ini. Juara tunggal putra masing-masing mendapatkan 2,8 juta Euro (sekitar Rp56,99 miliar).
Sementara itu, Roland Garros diperkirakan mendapatkan pemasukan sebesar lebih dari 400 juta Euro tahun ini. Jumlah itu membuat alokasi untuk hadiah kepada petenis masih kurang dari 15 persen.
“Saya berharap pada beberapa titik akan ada keputusan yang tepat, untuk kesimpulan yang akan membuat semua orang senang,” kata Sabalenka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna Besok
- 10Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: Nama Saya Hancur Sehancur-hancurnya








