Berlari Sejak SD, Sebastian Kawe Pede Masih Bisa Lebih Cepat Pasca Maraton London

AKURAT.CO, “Saya mulai berlari sejak di sekolah dasar. Tetapi fokus saya pertama ke pendidikan. Tetapi dalam pikiran saya, suatu hari saya akan menjadi seorang juara, dan itu menjadi kenyataan. Karena akhirnya, saya menjadi juara.”
Pernyataan kejayaan tersebut disampaikan oleh pelari jarak jauh asal Kenya, Sebastian Kawe, setelah ia memenangi Maraton London 2026 yang bersejarah. Tidak saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Maraton London dan maraton secara umum.
Betapa tidak? Sebastian Kawe finish terdepan di Maraton London di London, Inggris, Minggu (26/6), dengan catatan waktu dua jam 59 menit 30 detik. Torehan itu adalah rekor dunia baru sekaligus yang pertama di bawah dua jam di kompetisi resmi.
Lahir Provinsi Rift Valley, Kenya, 16 Maret 1995, Sebastian Kawe bisa disebut sedikit terlambat naik ke permukaan elite maraton dunia. Grafik penampilannya mulai menanjak sejak ia memenangi Maraton Valencia 2024.
Saat itu Kawe sudah berusia 29 tahun. Namun, tampaknya kematangan usia justru memberikannya penampilan yang semakin baik dalam trek jarak jauh di mana pada 2025 ia menjuarai Maraton London dan Maraton Berlin sekaligus.
Tahun ini ia mempertahankan gelar di London namun juga menyentuh catatan waktu di bawah dua jam. Pasca capaian bersejarah di London, jiwa kompetitor Kawe tetap menyala dengan ambisi kembali memecahkan rekor.
“Saya setuju saya bisa berlari (dengan catatan) 1,58 (jam),” kata Kawe sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Itu cuma masalah waktu. Jika Anda menjalani persiapan yang baik untuk pacuan apa saja, maka untuk meraih apapun menjadi mungkin.”
Kawe juga menyebut bahwa kesuksesannya di London tahun ini tak terlepas dari rekan senegara yang juga pesaing terberatnya, Yomif Kejelcha.
Asal tahu saja, Yomif Kejelcha merupakan runner-up yang juga berlari di bawah dua jam dengan selisih sebelas detik di belakang Kawe.
“Tentu saja, berpacu dengan Yomif menciptakan perbedaan,” kata Kawe.
“Apa yang saya lakukan kemarin, itu karena dia. Dia melakukan yang terbaik, saya melakukan yang terbaik, dan kami mendorong batas kami, dan akhirnya, kami berlari di bawah dua jam.”
Sedianya, Kawe langsung pulang ke Nairobi, Kenya, pada Senin (27/4/2026) ini, dari London. Namun, kemenangan bersejarahhnya membelokkan arah penerbangan di mana sang juara menuju Jerman untuk merayakan kemenangan di kantor pusat sponsornya, Adidas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla







