Dua Puluh Atlet Putri Iran Tewas Akibat Serangan Udara Israel-AS

AKURAT.CO, Eskalasi militer yang melibatkan Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran memicu tragedi kemanusiaan besar.
Sebanyak 20 atlet voli putri dilaporkan tewas setelah serangan udara menghantam sebuah pusat kebugaran di Kota Lamerd, Provinsi Fars, Iran Selatan, Sabtu (28/2).
Saluran televisi Al Mayadeen melaporkan, agresi militer ini terjadi tepat saat konflik terbuka antara ketiga negara tersebut pecah untuk pertama kalinya.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa para atlet tengah berada di dalam fasilitas saat rudal menghantam bangunan tersebut.
"Sebanyak 20 pemain bola voli meninggal akibat agresi Israel yang ditujukan ke sebuah gedung olahraga di Kota Lamerd," tulis laporan Al Mayadeen mengutip pernyataan resmi otoritas lokal.
Laporan dari kantor berita IRIB menambahkan catatan kelam dalam tragedi ini, di mana sejumlah anak-anak diketahui berada di dalam gedung saat serangan berlangsung.
Tak hanya fasilitas olahraga, kantor berita Tasnim menyebutkan empat fasilitas publik lainnya di kota tersebut turut menjadi sasaran bom.
Berdasarkan data dari Iranian Red Crescent, dampak serangan Israel dan AS di wilayah tersebut telah mengakibatkan korban tewas mencapai lebih dari 200 orang (termasuk 85 korban di sebuah sekolah dasar perempuan).
Sementara itu, untuk korban luka-luka mencapai 747 orang.
Ketegangan memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer penuh terhadap Iran.
Klaim AS menyebutkan serangan tersebut berhasil menghancurkan instalasi militer serta kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menanggapi hal itu, Teheran langsung meluncurkan serangan balasan berupa hujan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan pusat pemeliharaan Armada Kelima AS di Bahrain.
Empat pangkalan militer AS di kawasan Teluk (Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain) juga tak luput dari serangan Iran, yang memaksa Washington mengevakuasi personel dari Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar.
Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) menyatakan duka mendalam atas tewasnya para atlet muda tersebut.
Dalam pernyataan resminya, FIVB menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah keselamatan komunitas voli di wilayah konflik.
"FIVB sangat meyakini pentingnya kolaborasi, dialog, perdamaian, dan solidaritas. Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk membantu meredakan ketegangan dan mencari solusi damai," tulis pernyataan resmi FIVB.
Saat ini, FIVB telah membentuk gugus tugas khusus untuk bekerja sama dengan LSM dan pemerintah dalam mempercepat bantuan kemanusiaan bagi para korban yang terjebak di zona perang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






