AKURAT.CO, Jepang memang mampu keluar sebagai juara umum gelaran Kejuaraan Panjat Tebing Asia Junior arau IFSC Asian Youth Championships 2024 yang berlangsung di Jamshedpur, India, 13-17 November 2024.
Namun, dalam Kejuaraan Panjat Tebing Junior Asia ini Jepang menurunkan setidaknya 45 atlet. Sementara Indonesia yang meraih posisi runner-up hanya menurunkan 18 atlet muda terbaik.
Tim Negeri Matahari Terbit total mengumpulkan delapan emas, delapan perak, dan delapan perunggu. Sementara Indonesia berada di posisi runner-up dengan koleksi empat emas, satu perak, dan empat perunggu.
Manajer Tim Indonesia, Ichal Umarella, mengatakan bahwa Indonesia memang tengah berusaha merapatkan jarak dengan Jepang yang notabene merajai disiplin tersebut di kejuaraan-kejuaraan panjat tebing internasional khususnya Asia.
"Sejak awal, kami ingin mengetahui seberapa jauh gap, jarak kami dengan negara-negara seperti Jepang dan Korea," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Kabid Binpres FPTI) itu.
"Kompetisi ini merupakan sarana untuk berusaha mendekatkan jarak dengan kedua negara-negara tersebut khususnya pada kedua disiplin tersebut (boulder dan lead)."
Misi FPTI di kompetisi tersebut adalah bagian dari program pembinaan atlet muda. Menurut Ichal, pembinaan adalah merupakan hal yang harus dan wajib dilakukan secara terstruktur, tanpa henti, dan berkelanjutan.
Ke depan, dia berharap atlet-atlet muda ini bisa terus mengasah potensi mereka. Mengingat mereka merupakan atlet yang masih sangat muda dan masih sangat berpotensi untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Di hari terakhir kejuaraan, tim panjat tebing Indonesia memboyong tiga medali emas dan dua medali perunggu dari disiplin speed setelah sebelumnya mampu mengoleksi satu emas, satu perak, dan dua perunggu dari disiplin lead dan boulder.
Emas pertama disumbangkan Haddan Malik Bahmuqyibar setelah mencatatkan waktu tercepat, 7,31 detik pada kategori youth B putra disiplin speed dengan mengalahkan atlet Jepang, Saito Sota, yang mencatatkan waktu 15,14 detik.
Emas kedua disumbangkan Antassyafi Roby Al Hilmi dari kategori youth A disiplin speed putra usai mencatatkan waktu 5,20 detik dengan menundukkan wakil Kazakhstan, Damir Toktarov, yang mencatatkan waktu 5,39 detik.
Sementara emas ketiga hadir dari disiplin speed putri kategori youth A lewat, Aninda Putri Qolby Arsyillah, usai mencatatkan waktu 9,46 detik untuk mengalahkan wakil tuan rumah, Purty Joga, yang mencatatkan waktu 9,76 detik.
Sedangkan untuk dua perunggu lainnya disumbangkan oleh Tsaniya Erna Kusumawati pada kategori youth B putri dan Ramaski Aswin Kristanto pada kategori Junior putra.