Akurat Logo

Olimpiade Paris: Inilah Phyrge, Maskot yang Terinspirasi dari Topi Kuno Simbol Revolusi Prancis

Badri | 16 Juli 2024, 17:17 WIB
Olimpiade Paris: Inilah Phyrge, Maskot yang Terinspirasi dari Topi Kuno Simbol Revolusi Prancis

AKURAT.CO, Olimpiade Paris 2024 memilih figur Phryge sebagai maskot resmi. Cukup unik karena jika biasanya pesta olahraga multicabang internasional menggunakan hewan atau tumbuhan sebagai inspirasi maskot, Paris memilih topi.

Phryge–dalam bahasa Inggris maskot Olimpiade Paris ini disebut The Phryges–adalah figur karikatural yang dikembangkan dari topi orang-orang Phrygia.

Adapun Phrygia adalah sebuah kawasan di bawah kekuasaan Kerajaan Yunani Kuno yang kini termasuk dalam wilayah Turki. Topi Phryge digunakan oleh para budak yang bebas di Phrygia di masa itu.

Baca Juga: Logo Anyar Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 Terungkap

Olimpiade Paris mengambil topi Phrygia sebagai maskot karena topi tersebut digunakan sebagai simbol kemerdekaan di masa Revolusi Prancis (1789-1799).

Tokoh yang disimbolkan sebagai lambang negara Prancis, Marianne, juga sering digambarkan mengenakan topi Phrygia.

“Kami memilih ide ketimbang hewan,” kata Presiden Olimpiade Paris 2024, Tony Estanguet, saat peluncuran Phryge sebagai maskot di Paris, Prancis, November 2022, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Selain untuk Olimpiade Paris, Phryge juga digunakan untuk Paralimpiade yang dihelat di Paris. Yang berbeda adalah Phryge untuk Paralimpiade Paris lebih tinggi dengan satu kaki palsu melambangkan disabilitas.

Secara wujud, Phryge berbentuk segitiga tanpa siku dengan setiap ujung tumpul yang mengesankan kelucuan dan kelembutan. Warnanya merah dengan ornamen biru putih yang melambangkan warna bendera Prancis.

Baca Juga: Jumpa Dubes Prancis, Ketua KOI Mantapkan Diplomasi Olahraga Menuju Olimpiade Paris 2024

Dengan logo Paris 2024 di dadanya, Phryge khas dengan karakter mata yang nakal dan ekspresif. Khusus untuk Paralimpiade Paris, Phryge adalah yang pertama menggunakan simbol disabilitas yang bisa dilihat secara langsung.

Dua sosok lucu ini membawa motto “seul on va plus vite, mais ensemble on va plus loin”. Dalam Bahasa Indonesia, kalimat tersebut bisa berarti “sendiri kita bergerak cepat, tetapi bersama kita bergerak maju.”

Pun demikian, Phryge juga mendapatkan kritik ketika dikomersialisasikan. Yakni karena replika yang akan dijual secara umum dibuat di China.

Polemik lain adalah Phryge dipuji oleh sebagian pihak karena menyerupai kemaluan wanita yang mengenakan pakaian latihan olahraga.

Salah satu surat kabar Prancis, Liberation, menyambut Phryge sebagai perubahan revolusioner secara simbolik dari Menara Eiffel yang dianggap sebagai perlambangan kemaluan pria (falus) yang cenderung dianggap maskulin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H