Akurat Logo

Pemerintah Pertimbangkan Aktifkan Proyek Hambalang untuk Pemusatan Atlet Senior

Riandar Fata Hudaya | 15 Maret 2021, 20:05 WIB
Pemerintah Pertimbangkan Aktifkan Proyek Hambalang untuk Pemusatan Atlet Senior

AKURAT.CO, Masih terbengkalai sejak dikorupsi pada 2012, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang kini berencana digiatkan kembali. Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengatakan bahwa Hambalang kemungkinan disiapkan untuk pusat pelatihan atlet senior yang siap bertanding.

“Kita sedang mempertimbangkan untuk bisa melihat Hambalang menjadi tempat sentra atlet senior dan atlet-atlet kita yang sudah siap untuk bertanding,” kata Zainudin di Jakarta, Senin (15/3), sebagaimana dipetik dari Antara.

P3SON Hambang di Sentul, Jawa Barat, mulai dianggarkan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2002–2004. Dugaan korupsi ini pertama kali muncul berdasarkan pernyataan terpidana suap proyek Wisma Atlet SEA Games di Palembang 2011, M Nazaruddin.

Kasus ini menyeret mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, ke dalam penjara sebagai tersangka pada 2014. Sejak itu, pembangunan proyek ini mangkrak dan baru ditinjau kembali oleh Presiden Joko Widodo pada 2016.

Selain mempertimbangkan Hambalang sebagai pusat atlet senior, Menpora juga mengatakan bahwa pihaknya bersiap untuk membangun sepuluh pemusatan latihan olahraga untuk usia dini.

“Kami merencanakan akan membuat sepuluh sentra pemusatan latihan di beberapa daerah, tentu kita sesuaikan dengan potensi yang ada dan yang paling mendasar adalah potensi talenta ketika SD,” ucap Zainudin.

“Kemudian sentra-sentra ini akan berisi anak-anak kita yang punya potensi yang sudah terseleksi sejak usia SMP, selanjutnya usia SMA kita akan dorong ke Cibubur tempat SKO (Sekolah Khusus Olahraga) kita sekarang.”

Menurut Zainudin, proyek infrastruktur olahraga ini merupakan bagian dari desain olahraga nasional untuk menyiapkan atlet yang bisa bersaing sejalan dengan proses bidding Olimpiade 2032 yang sedang diikuti Indonesia.

“Menurut pakar, minimal dibutuhkan waktu sepuluh tahun atau kira-kira 10 ribu jam (pembinaan dan latihan) untuk bisa menuju prestasi,” kata Zainudin.

“Kita tahu Olimpiade 2024 itu akan dilaksanakan di Paris, Prancis, sedangkan Olimpiade 2020 ada di Tokyo ditunda ke 2021 dan 2021 itu di LA (Los Angeles), Amerika Serikat, dan pada 2032 harapan kita, kita bisa menang bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.”[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.