Indonesia Siapkan Strategi Jitu untuk Kalahkan Joseph Schooling di Sea Games

AKURAT.CO, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menargetkan atlet renang Indonesia meraih medali emas di SEA Games Malaysia 2017. Namun, untuk mewujudkan itu bakal sulit. Pasalnya, atlet Indonesia harus menghadapi jagoan Singapura yang dikenal sebagai raja kolam renang, Joseph Schooling.
Schooling, 21 tahun, adalah andalan Singapura pemilik sembilan medali emas di SEA Games 2015. Enam di antaranya ia peroleh dari perorangan. Sementara itu, tiga medali sisanya diperoleh dari tim estafet. Dia juga meraih medali emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016 di gaya kupu-kupu dengan mengalahkan jagoan Amerika Serikat, Michael Phelps.
Menyadari dominasi Schooling, pelatih Timnas renang Indonesia, Albert C Sutanto, mengakui sudah memiliki strategi jitu agar timnya tetap kebagian medali emas pada SEA Games yang akan digelar di Kuala Lumpur, Agustus mendatang. Salah satunya dengan cara menghindari nomor Schooling. Pasalnya, ia menyadari kualitas para perenang Indonesia belum ada yang mampu mendekati catatan waktu Schooling.
“Jadi artinya, kita di sana jangan melawan orang yang super, tetapi mencari nomor-nomor yang lainnya. Kita harus memakai startegi yang smart untuk mencari titik-titik kelemahan dari lawan. Makanya di nomor Schooling kami tidak mengharapkanlah, gaya bebas dan kupu-kupu, sudah tidak mungkin, itu sulit,” tuturnya di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Selasa (23/5), kepada Akurat.co.
Namun, pelatih 41 tahun ini mengaku cukup tenang karena Joseph Schooling juga manusia dan memiliki kekurangan.”Joseph Schooling itu masih ada kelemahan dan tidak terlalu wow khususnya di nomor estafet. Waktu dia itu 2 menit 2, 24 detik di nomor gaya ganti perorangan dan itu tidak terlalu wow. Tidak seperti gaya kupu-kupunya yang sudah emas olimpiade. Nah ini yang sedang di godok,” ujarnya.
Atas dasar itu, PRSI realistis untuk menargetkan emas dari gaya dada dan estafet. Untuk nomor estafet, timnas memiliki perenang potensial seperti Triyadi Fauzi Siddiq. Perenang pemilik rekor nasional di nomor 50 meter ini tidak hanya turun di gaya kupu-kupu dan bebas, namun juga terbiasa turun di nomor gaya ganti.
Sementara di nomor estafet, Indonesia punya I Gede Siman Sudartawa di nomor punggung, Dennis Joshua Tiwa dan Indra Gunawan di nomor dada, lalu Glenn Victor (nomor kupu-kupu) dan Triyadi Fauzi Siddiq (gaya bebas).
Menurut Albert, jika Glenn turun di kupu-kupu, maka Triyadi akan bermain di gaya bebas. Sementara itu, kalau Triyadi turun di kupu-kupu, maka ada perenang Reymon Sumitra Lukman yang cukup bersinar di Islamic Solidarity Games 2017.
”Nah, inilah yang sedang kami lakukan. Uji coba dan latihan berat yang tentunya di bawah pengawasan pelatih masing-masing,”pungkas dia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi



