Rafael Nadal Akhiri Karier dengan Tersingkirnya Spanyol di Piala Davis, Gracias Rafa!

AKURAT.CO, Rafael Nadal akhirnya benar-benar mengucapkan selamat tinggal untuk tenis profesional selama-lamanya. Pertandingan perempat final Piala Davis 2024 adalah laga perpisahannya.
Rafael Nadal turun membela Spanyol menghadapi Belanda pada laga perempat final Piala Davis di Malaga, Spanyol, Selasa (19/11). Ia turun di partai pertama menghadapi Botic Van De Zandschulp.
Rafael Nadal menyerah dua set langsung dengan skor 4-6 dan 4-6 atas Zandschulp. Carlos Alcaraz yang tampil di partai kedua menyamakan kedudukan dengan mengalahkan Tallon Griekspoor dengan skor 7(7)-6(0) dan 6-3.
Baca Juga: Lepas Rafael Nadal Menuju Pensiun, Roger Federer Kenang Pertarungan Pertama Pada 2004
Spanyol akhirnya tersingkir dengan skor 1-2 setelah Carlos Alcaraz/Marcel Granoller menyerah atas Wesley Koolhoof/Botic Van De Zandschulp dengan skor 6(4)-7(7) dan 6(3)-7(7) di partai ketiga untuk sektor ganda putra.
“Dalam beberapa hal ini baik, mungkin, karena ini adalah pertandingan terakhir saya,” kata Nadal usai laga sebagaimana dipetik dari BBC.
“Saya kalah di laga pertama saya di Piala Davis dan saya kalah di laga terakhir. Kami melengkapi siklusnya.”
Nadal gantung raket setelah karier panjang yang membentang selama 23 tahun sejak ia kali pertama turun sebagai petenis pro pada 11 September 2001. Ketika itu ia baru berusia 15 tahun dan sudah digadang-gadang sebagai legenda masa depan.
Baca Juga: Piala Davis: Dimulai Besok, Dunia Bersiap untuk Menyaksikan Aksi Terakhir Rafael Nadal
Sisanya adalah sejarah di mana petenis kelahiran, Mallorca, Spanyol, 3 Juni 1986 ini telah mengumpulkan 22 gelar grand slam. Dengan rekor 14 gelar di Prancis Terbuka yang menahbiskan Nadal sebagai “rajanya lapangan tanah liat”.
“Saya pergi dengan kedamaian pikiran bahwa saya sudah meninggalkan warisan, yang benar-benar saya rasakan tidak hanya sebagai (warisan) olahraga namun juga pribadi,” kata Nadal.
“Saya mengerti cinta yang saya terima, (dan) jika itu hanya karena apa yang terjadi di lapangan (saat saya bermain), tidak akan seperti itu.”
Kepergian Nadal juga ditandai dengan generasi baru Spanyol atas nama Carlos Alcaraz. Akan halnya Nadal, Alcaraz sudah menjuarai grand slam di usia belasan di mana saat ini petenis berusia 21 tahun itu sudah mengoleksi empat grand slam.
“Dia (Nadal) sangat hebat di tenis, di olahraga secara keseluruhan. Sulit, setidaknya bagi saya, untuk merasakan bahwa saya harus melanjutkan warisan yang ia tinggalkan,” kata Alcaraz.
“Kamu akan dikenang selamanya.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






