Akurat Logo

Olimpiade Paris: Tiba di Tanah Air Sore Tadi, Gregoria Ingatkan Regenerasi Tunggal Putri

Leo Farhan | 9 Agustus 2024, 20:16 WIB
Olimpiade Paris: Tiba di Tanah Air Sore Tadi, Gregoria Ingatkan Regenerasi Tunggal Putri
 
 
AKURAT.CO, Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung, baru saja tiba di Tanah Air pada hari ini, Jumat (9/8) sore.
 
Gregoria langsung disambut di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, setelah berjuang mengharumkan nama Merah Putih di cabor bulutangkis sektor tunggal putri bulutangkis Olimpiade Paris.
 
Gregoria adalah atlet pertama yang berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
 
 
Setelah raihan perunggu pebulutangkis tunggal putri yang karib disapa Jorji ini medali emas lahir lewat Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah.
 
Sementara itu, Olimpiade Paris adalah kali kedua cabor bulutangkis gagal mempertahankan tradisi emas di level olimpiade. Menyusul hasil serupa pada Olimpiade 2012 di mana tidak satupun medali mampu diraih skuad Cipayung.
 
Tidak ingin mendapatkan hasil buruk pada Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang, Gregoria berharap ada regenerasi di tunggal putri Indonesia untuk bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.
 
"Bicara mengenai sektor saya di tunggal putri, pastinya saya berharap (pihak terkait) bisa melihat potensi tunggal putri Indonesia, pasti banyak yang menonjol," kata Gregoria dalam jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta, sore tadi.
 
 
"Saya harap ada regenerasi yang bagus dari sektor saya. Saya sendiri sekarang melihat adik-adik saya prestasinya makin meningkat, dan sebagai senior, saya merasa bangga."
 
Bukan cuma regenerasi di sektor atlet saja, Gregoria juga berharap ada regenerasi di manajemen supaya dapat berjalan beriringan dengan konsistensi prestasi yang didapatkan atlet.
 
Gregoria mengakui bahwa tampil di olimpiade ternyata sempat membuatnya gugup. Namun, dengan persiapan yang baik, dan kepercayaan diri tinggi yang terus meningkat mampu mengantarkan atlet tunggal putri peringkat delapan dunia itu hingga babak empat besar.
 
"Dari awal, saya merasakan ketegangan yang berbeda dari biasanya, karena Olimpiade ini hanya empat tahun sekali. Namun, seiring berjalannya waktu dan persiapan yang bagus, saya merasa percaya diri untuk tampil di Olimpiade," jelasnya.
 
"Persaingan tunggal putri juga ketat dan semuanya punya kans untuk medali. Dari awal sampai semifinal, saya merasa performa saya terus meningkat, dan bersyukur untuk turnamen kali ini."
 
Gregoria mengukir prestasi manis bagi Indonesia setelah 16 tahun di mana terakhir kali tunggal putri Indonesia mampu meraih medali Olimpiade. Kala itu Maria Kristin meraih perunggu saat berjuang di Beijing 2008.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H