Akurat Logo

Celana Tinju 'Thrilla in Manila-nya' Muhammad Ali Dilelang, Diperkirakan Sentuh Rp95 Miliar

Badri | 6 April 2024, 03:05 WIB
Celana Tinju 'Thrilla in Manila-nya' Muhammad Ali Dilelang, Diperkirakan Sentuh Rp95 Miliar

AKURAT.CO, Celana yang dikenakan Muhammad Ali dalam pertarungan epiknya menghadapi Joe Frazier di Manila, Filipina, Oktober 1975, diperkirakan akan terjual senilai US$6 juta (sekitar Rp95,34 miliar).

Dilelang di rumah lelang terkemuka, Sotheby’s cabang New York, Amerika Serikat, mulai Kamis (5/4), celana tinju berwarna putih satin yang dikenakan Muhammad Ali itu sejauh ini sudah ditawar senilai US$3,8 juta (Rp60,38 miliar).

Sebagaimana dikabarkan BBC, celana tinju yang ditandatangani oleh Muhammad Ali itu pernah terjual sebesar US$150 ribu (sekitar Rp2,38 miliar) pada 2012. Jika dihitung dari jumlah itu, celana tinju Ali naik harga sampai 40 kali lipat.

Baca Juga: Leon Spinks, Petinju yang Kalahkan Muhammad Ali Meninggal Dunia

Aspek sejarah tampaknya cukup memberikan penilaian bagi penawar lelang. Pasalnya, itu adalah celana yang dipakai Muhammad Ali dalam pertarungan ketiganya melawan Frazier dengan tajuk “Thrilla in Manila.”

Pertarungan Ali versus Frazier yang dihelat di Araneta Coliseum, Manila, tersebut adalah babak terakhir dari drama perang urat syaraf selama lima tahun antara kedua petinju.

Pada 8 Maret 1971, Frazier mengalahkan Ali dalam pertarungan 14 ronde sekaligus mematahkan catatan tak pernah menang sang lawan di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat.

Mereka naik ring untuk kali kedua di tenpat yang sama pada Januari 1974 di mana Ali sukses membalas kekalahan juga lewat laga 15 ronde.

Baca Juga: Muhammad Ali hingga Mike Tyson, Deretan Potret Ikonik Dunia Tinju Sepanjang Sejarah

Setelah pertarungan kedua masing-masing melanjutkan jadwal mereka. Frazier melakukan dua laga dengan menghadapi Jerry Quarry dan Jimmy Ellis sementara Ali menempuh lima laga menghadapi George Foreman, Chuck Wepner, Ron Lyle, Joe Bugner.

Frazier kalah di pertarungan pamungkas itu setelah timnya menyatakan bahwa sang petinju dianggap tak layak melanjutkan pertarungan di ronde ke-14. Sejak saat itu, pertarungan Ali versus Frazier dianggap sebagai trilogi terbaik di dunia tinju.

Muhammad Ali sendiri meninggal dunia di usia 74 tahun pada 2016 setelah mengalami Parkinson pasca karier tinjunya. Sementara itu, Frazier lebih dulu pada 2011 di usia 67 tahun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H