Back-to-Back Juara Australia Terbuka, Aryna Sabalenka tak Ingin Sekali Menang dan 'Menghilang'

AKURAT.CO, Aryna Sabalenka menegaskan bahwa ia tak ingin menjadi petenis yang “muncul sesaat” sebagai juara grand slam. Atlet asal Belarusia ini ingin menjadi juara berulang-ulang.
Hal tersebut disampaikan Aryna Sabalenka setelah ia mengalahkan petenis asal China, Zheng Qinwen, di final Australia Terbuka 2024, Sabtu (27/1). Sabalenka mengalahkan Zheng dengan skor 6-3 dan 6-2 untuk grand slam keduanya.
“Memang dalam pikiran saya tidak ingin menjadi pemain yang memenangi (grand slam) dan kemudian menghilang,” kata Aryna Sabalenka sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Baca Juga: Australia Terbuka: Djokovic dan Gauff ke Semifinal, Sabalenka Kalahkan Krejcikova
“Saya hanya ingin memperlihatkan bahwa saya mampu secara konsisten ada di sana dan saya mampu memenangi satu (gelar) lagi.”
Kemenangan atas Zheng Qinwen di Melbourne Park, Australia, juga merupakan keberhasilan Sabalenka mempertahankan gelar di Australia Terbuka karena tahun lalu ia juga juaranya.
Dalam 12 bulan terakhir sejak Sabalenka menjadi juara Australia Terbuka tahun lalu, petenis berusia 25 tahun ini menjalani tahun yang sukses sebagai semifinalis Prancis Terbuka dan Wimbledon serta finalis AS Terbuka.
Tahun lalu juga adalah tahun di mana Sabalenka untuk kali pertama duduk di posisi ranking satu dunia. Saat ini, ia turun ke posisi kedua dan masih berpeluang untuk kembali naik takhta.
“Saya benar-benar berharap lebih, lebih dari dua (gelar yang saya miliki) saat ini, itu benar-benar penting bagi saya,” kata Aryna Sabalenka.
“Itulah sebabnya, apapun hasilnya, menang atau kalah, kami selalu bekerja keras, kami selalu melihat ke hal-hal untuk meningkatkan permainan saya.”
Baca Juga: Australia Terbuka: Singkirkan Yastremska, Zheng Qinwen 'Angkat China' ke Final Lawan Sabalenka
Selain itu, Sabalenka juga mengakui bahwa tekanan untuk meraih gelar kedua setelah mendapatkan grand slam pertama tidak sederhana. Sungguh pun ia tak peduli, namun ingatan bahwa ia sudah menjuarai grand slam tak bisa hilang.
“Setelah tahun lalu saya merasa (gelar grand slam) akan membuat saya lebih bebas dan tidak peduli apapun,” ucap Sabalenka.
“Tapi tidak seperti itu. Anda tetap merasakan hal yang sama. Anda tetap menginginkannya dan Anda tetap bekerja keras untuknya, dan Anda tetap harus datang dan bertarung dan menunjukkan level terbaik Anda.”
Sementara itu, final sektor putra mempertemukan petenis asal Italia, Jannik Sinner, dan wakil Rusia, Daniil Medvedev. Ketika artikel ini ditulis, Sinner dan Medvedev sedang bertanding.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








