Devin Haney Didenda Rp378 Juta Gara-Gara Dorong Lomachenko

AKURAT.CO, Juara dunia tinju kelas ringan multigelar, Devin Haney, harus membayar denda sebesar US$25.326 (sekitar Rp378.657.890) karena mendorong Vasiliy Lomachenko pada sesi berhadap-hadapan di Las Vegas, Amerika Serikat, Mei lalu. Keputusan ini dikeluarkan melalui sidang Komisi Atlet Negara Bagian Nevada.
Devin Haney sendiri mengalahkan lawan Ukrainanya itu pada pertarungan 12 ronde di MGM Arena, Las Vegas, 20 Mei 2023. Namun demikian, Haney harus menghadapi kritik karena kemenangannya diragukan pihak Lomachenko karena tidak diselesaikan dengan KO.
Usai pertarungan, Komisi Atlet Negara Bagian Nevada menahan sepuluh persen dari total US$4 juta bayaran Haney dari pertandingan kontra Lomachenko. Komisi Atlet menerapkan kebijakan ini sehubungan dengan tindakan Haney mendorong Lomachenko di sesi berhadap-hadapan.
Usai pertarungan, Haney merespons klaim tim Lomachenko bahwa mereka layak menang dengan mengatakan bahwa rivalnya tersebut merupakan pecundang yang sakit. Devin Haney juga menyebut bahwa Lomachenko yang menjadi juara dunia WBA dan WBO itu mendapatkan perlakuan istimewa.
“Keluarkan si pecundang sakit ini dari tinju. (Dia) membuat permakluman sambil berlalu! Terima (kekalahan) secara jantan dan berhentilah menangis,” kata Haney sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.
“Saya disiapkan untuk Anda agar (Anda) menang untuk ketiga kalinya dalam karier Anda dan Anda gagal! Bilang ke komisi (atlet) untuk mengembalikan 400 ribu milik saya karena tekanan itu.”
Bagi Haney, kemenangan atas Lomachenko memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 30 pertarungan. Hanya saja, Haney memang belum lagi bisa menang KO dari delapan laga terakhir sejak menjatuhkan Antonio Moran pada September 2019.
Kini, Devin Haney “dipanas-panasi” untuk menghadapi juara dunia kelas ringan WBA yang dianggap sebagai yang terbaik di kelasnya, Gervonta Davis. Pertarungan melawan Haney versus Davis merupakan pertarungan untuk kelas juara dunia tak terbantahkan (undisputed).
Namun demikian, sang petarung sepertinya lebih memilih untuk naik ke kelas ringan welter. Tim Haney dikabarkan sudah memulai negosiasi dengan juara dunia WBC kelas ringan welter, Regis Prograis, untuk kemungkinan pertarungan tahun ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





