Akurat Logo

EKSKLUSIF! Siman Sudartawa: Saya Satu-satunya Perenang Indonesia Yang Punya Rekor Di SEA Games

| 3 April 2023, 10:51 WIB
EKSKLUSIF! Siman Sudartawa: Saya Satu-satunya Perenang Indonesia Yang Punya Rekor Di SEA Games

AKURAT.CO, Nama I Gede Siman Sudartawa bukanlah sosok asing bagi dunia olahraga Indonesia. Atlet renang asal Bali itu sudah menorehkan berbagai prestasi internasional, termasuk sebagai pendulang medali SEA Games bagi Indonesia.

Sejak menjalani debut di SEA Games Jakarta-Palembang 2011, Siman Sudartawa sampai saat ini sudah meraih total 16 medali, dengan rincian tujuh emas, enam perak, dan tiga perunggu.

Selain itu, Siman Sudartawa juga pernah dua kali memecahkan rekor SEA Games. Ia bahkan kini masih tercatat sebagai pemilik rekor nomor 50 meter gaya punggung dengan 25,12 detik. Perenang berusia 28 tahun itu menorehkan rekor istimewanya ketika berlaga di SEA Games Manila 2019.

Kini, Siman Sudartawa kembali masuk dalam tim renang Indonesia untuk SEA Games Phnom Penh 2023. Meski usianya tak muda lagi, ia masih bertekad untuk terus menambah koleksi medali, bahkan mempertajam rekornya.

Jelang keberangkatannya menuju Kamboja, Akurat.co berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Siman Sudartawa melalui live Instagram, beberapa hari lalu. Ia banyak bercerita mengenai kisahnya selama mengikuti SEA Games dan persiapan terkininya.

Bagaimana persiapan Anda jelang SEA Games Phnom Penh 2023 sejauh ini?

Ya sudah berjalan baik, sebelum ke SEA Games nanti kami ada try out atau latih tanding di Malaysia, itu bulan depan kebetulan. Berangkat tanggal 14 April nanti.

Try out ke Singapura, hasilnya bagaimana?

Mungkin untuk catatan waktunya sudah improve lagi. Kan saya nomor 50 meter gaya punggung, nah itu waktunya di Singapura saya sudah 25,62 detik. Kalau dilihat dari catatan SEA Games sebelumnya, itu sudah bisa meraih emas. Berharap di SEA Games nanti bisa lebih kencang dan perform lagi sehingga bisa bawa pulang emas.

Saat try out, ada target atau apa yang dikejar?

Try out kemarin di Singapura, dan sebelumnya juga ada pertandingan di Jakarta, itu istilahnya kayak latih tanding. Jadi tetap berlatih dan ada pertandingan untuk mengasah mental, tidak benar-benar difokuskan. Jadi fokusnya nanti di SEA Games agar dapat peak performance-nya.

Bagaimana cara mendapatkan peak performance saat SEA Games?

Jadi balik lagi, semua program dari pelatih ya. Jadi nanti pelatih yang set programnya, misalnya puncaknya di SEA Games nanti, jadi diprogram khusus sampai di SEA Games.

Jadi kalau dari awal, anggaplah enam bulan sebelumnya, itu sudah dibangun daya tahannya dulu. Jadi dilatih berenang jarak jauh dan lain-lain, kemudian sekitar tiga bulan sebelum SEA Games itu sudah mulai masuk ke spesialis, dalam artian saya printer jadi saya lebih banyak berlatih dari segi power

Anda menjadi salah satu atlet PRSI yang ditargetkan meraih emas di SEA Games, bagaimana? Apakah menjadi beban?

Mungkin untuk beban sih tidak ada, ya. Kebetulan aku baru kembali masuk ke tim Pelatnas renang ini dua bulan ini ya, karena sebelumnya sempat dikeluarkan dengan alasan tidak jelas juga. Jadi ya dalam dua bulan ini, untuk target emas sebenarnya target diri sendiri. Mau PB PRSI ngomong apa, saya tidak terlalu pikirkan.

Karena istilahnya dibina dua bulan, terus ditargetkan emas kan rada lucu juga. Jadi ya mungkin fokus ke diri sendiri aja, pokoknya target dari diri sendiri.

Bagaimana peluang untuk mendapatkan emas? Apakah Anda cukup optimistis?

Untuk SEA Games nanti peluang pasti ada karena nomor 50 meter itu kan peluangnya lebih besar ya. Kebetulan aku sudah berumur juga jadi fokusnya ke nomor 50 meter. Dari SEA Games 2017 & 2019 sudah dapat emas di sana.

Cuma kemarin (SEA Games Hanoi 2021) sedikit melenceng dari program latihannya, jadi dapatnya di perugu. Sedangkan untuk sekarang sih, sudah balik ke program pelatih klub saya sendiri, klub lokal. Jadi berharap performanya dapat di SEA Games. Untuk catatan waktu sih sudah semakin membaik juga.

Di SEA Games Hanoi dapat perunggu dengan 25,88 detik, kenapa tahun lalu bisa gagal emas? Apakah ada kendala dalam persiapannya?

Itu sebenarnya salah dari program latihan, mungkin terlalu banyak. Sedangkan di nomor 50 meter aja, jadi ya lumayan berpengaruh untuk di SEA Games, jadi peak-nya enggak dapat.

Kalau program saat ini, apakah lancar dan sesuai rencana dari awal?

Lancar aja, dan dilihat dari catatan waktunya sudah semakin baik. Kemarin itu sudah dapat di 25,62 detik. Nanti di Malaysia target lebih cepat dari itu lagi. Jadi pertandingan sudah semakin better.

I Gede Siman Sudartawa I Gede Siman Sudartawa didampingi Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie, usai pengalungan medali SEA Games 2019. NOC INA

Saat ini masih memegang rekor nomor 50 meter gaya punggung dengan 25,19 detik di SEA Games Manila 2019. Selama latihan pernah capai di waktu itu?

Jadi balik dari di SEA Games Filipina 2019 itu persiapannya saya dikirim ke Amerika Serikat. Jadi peak-nya pas di SEA Games dan memecahkan rekor setelah pulang dari AS. Setelah dari sana, sekarang latihan masih di 25 detik, tapi untuk mendekati masih lumayan, sekitar 25,40 detik

Di nomor gaya punggung, Singapura pasti jadi rival terberat, terutama Zheng Wen Quah. Apa yang membuat dia bisa jadi menguasai?

Jadi sebenarnya, perbandingannya antara renang Indonesia dengan Singapura itu lumayan banyak. Mereka itu built-nya lebih bagus dari kami. Misalnya mereka persiapan buat Asian Games, jadi sudah jauh-jauh hari, bukan 3-6 bulan sebelumnya, tapi setahun sebelum sudah persiapan. Jadi ada persiapan yang panjang untuk mencapai peak yang mau diraih di SEA Games atau Asian Games.

Seperti saat 2019, aku pernah dikirim ke AS untuk persiapan SEA Games selama tiga bulan, sedangkan Singapura sendiri persiapan untuk SEA Games itu bisa setahun atau paling dekatnya sepuluh bulan sebelum. Jadi ada perbedaan persiapan.

Tapi secara pribadi, apa keunggulan dari Zheng Wen Quah?

Sebenarnya untuk gaya dan segala macam sama, mungkin lebih ke sport performance-nya seperti sport science dan segala macam yang berbeda. Kita benar-benar baru memasukkan sport science, sedangkan Singapura sudah dari 2011 memulainya. Jadi kita tertinggal lumayan jauh.

Selain Singapura, kira-kira ada negara Asia Tenggara lain yang menjadi rival terberat?

Mungkin saat ini masih Singapura saja untuk di 50 meter gaya punggung. Tapi kalau gaya dan nomor lain, ada macam-macam, ada yang dari Vietnam, Malaysia. Kalau Vietnam sendiri dari awal tahun sudah berlatih di Hongaria

Di nomor yang sama ada Farrel Amandio Tangkas, bagaimana persaingan kalian di Pelatnas?

Aku sama Farrel sebenarnya beda nomor, aku difokuskan untuk sprinter nomor 50 meter, sedangkan Farrel lebih ke 200 meter. Jadi kita biasanya ketemu di nomor 100 meter

Tapi untuk kasih saran, enggak juga ya. Mungkin karena jarak umurnya lumayan, agak susah juga buat ngomong. Cuma saling menyemangati saja selama latihan misalnya sudah set terakhir.

Siman Sudartawa Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa Instagram.com/siman_sudartawa

Suka bertanding di nomor yang sama 100 meter. Anda melihat sosok dan kemampuan Farrel bagaimana?

Untuk kualitasnya sih, oke. Dia sekarang kemungkinan besar untuk mendapatkan medali juga di nomor 200 meter, bukan 100 meter. Jadi mungkin dia lebih fokusnya ke situ, nah di 100 meter itu jadi nomor sprint buat dia. Kalau aku, nomor 50 meter jadi gaya utamaku, dan nomor panjangku di 100 meter.

Untuk nomor 50 meter gaya punggung, selain Anda, apakah sudah ada regenerasi yang terlihat?

Untuk nomor 50 meter, bisa dibilang masih jauh ya. Untuk nomor duanya itu, Farrel waktunya masih di 26 detik, jadi masih lumayan.

Kita untuk SEA Games kali ini mungkin bisa dibilang paling banyak atletnya untuk Kamboja, itu ada 23 orang. Nah kebetulan di kelas gaya punggung, itu ada tiga atlet, biasanya cuma dua.

Sekarang bisa ada tiga atlet, yaitu saya, Farrel Armandio Tangkas, Romeo Lingga Alfarizi. Nah untuk saya itu fokusnya di nomor 50 meter dengan 100 meter tambahannya. Untuk Farrel bisa ketiganya, tapi lebih difokuskan ke 200 meter dan 100 meter. Kemudian untuk perenang baru Romeo, itu 200 meter. 

Jadi untuk junior itu selalu pasti masuknya di nomor jarak jauh. Karena memang seperti itu. Kalau fokusnya ke 50 meter, itu mungkin perlu waktu lumayan jauh lama karena harus membentuk ototnya makin besar dan segala macam. Contohnya aku dulu, awalnya ikut tiga nomor (200, 100, dan 50 meter). Makin banyaknya ikut SEA Games, makin berkurang akhirnya fokus di 50 meter saja.

Sejak debut SEA Games di 2011, Anda sudah punya 7 emas, 6 perak dan 3 perunggu. Apa kunci sukses bisa selalu dulang medali di tiap edisi?

Mungkin punya cita-cita sih, karena aku punya cita-cita pengen dapat medali sebanyak mungkin dan pengen memecahkan rekor di SEA Games. Dan sekarang bisa dibilang aku satu-satunya perenang Indonesia yang masih punya rekor di SEA Games. 

Jadi balik lagi, dari awal itu punya cita-cita dan keinginan sehingga harus langsung ada rencananya untuk mencapai ke sana bagaimana. Selalu mencari kekurangannya di mana, dan selalu melengkapi di situ.

Target pribadi adalah emas, tapi selain medali ada misi tersendiri tidak?

Untuk yang sekarang ini targetnya pasti medali dan bisa memecahkan rekor lagi. Itu pasti tujuannya, karena terakhir 2019.

Setelah 2019, kan pandemi dan SEA Games Hanoi mundur setahun, apakah itu salah satu faktor yang mengganggu persiapan sehingga gagal emas?

Lumayan berpengaruh, tapi lebih berpengaruh lagi ke programnya. Memang dari awal programnya tidak pas saja. Mungkin untuk beberapa perenang jarak jauh, berhasil. Tapi buat aku pribadi yang perenang sprinter, tidak masuk programnya jadi mungkin terlalu banyak jadi sampai over training.

Siman Sudartawa Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa Instagram.com/siman_sudartawa

Sebelum ke SEA Games, sempat ada polemik dikeluarkan dari Pelatnas renang. Mungkin bisa ceritakan singkat situasi dan kronologinya itu bagaimana?

Jadi pada tahun lalu, saat Oktober sehabis Kejuaraan Dunia di Hongaria, tiba-tiba ada surat dari PB PRSI mengatakan bahwa sembilan orang perenang senior dikeluarkan dari Pelatnas. Kami merasa bingung karena kami masih ada di peringkat satu nasional.

Kedua, tidak adanya pertandingan atau seleksi sebelum surat itu keluar. Pembentukan tim kan harusnya ada seleksi dahulu.

Ketiga, tidak adanya kejelasan karena kami dikeluarkan, kami tidak tahu alasannya apa. Mereka cuma bilang 'Kita memfokuskan untuk junior dan segala macam', terus yaudah kita dikasih surat dan keluar.

Sedangkan kami berpikirnya, renang ini kan olahraga terukur. Seharusnya selama dia ada di peringkat satu, ya dia yang layak. Nah ini tiba-tiba dikasih surat dan disuruh keluar, kita merasa lucu aja dan kemudian berusaha bertanya, istilahnya ini kriteria pemilihan tim seperti apa dan bagaimana.

Alasannya cuma satu, dari PB PRSI bilang ini memang mau difokuskan untuk junior, jadi yang seniornya dicoret. 

Tapi lucunya di seleksi akhir untuk pembentukan tim kemarin, yang junior-junior masuk Pelatnas sejak Oktober itu akhirnya dicoret dan diganti kami. 

Ini kok membina junior tapi cuma lima bulan, kemudian dicoret dan diganti kami, terus kami masuk selama dua bulan untuk mengikuti SEA Games kemudian ditargetkan medali. Kan rada aneh.

Kalau memang dari awal kita memfokuskan junior, ya dibuat dua pelatnas yang sama, misalnya Pelatnas junior dan senior. Kalau lima bulan itu kan bukan pembinaan namanya. 

Jadi seharusnya kalau jangka panjang, kan mereka bicaranya program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), kalau misalnya punya pandangan jauh sampai 2032, ya memang harus dibangun dari sekarang dan dicarinya mereka yang masih muda, yang kalau ditambah sepuluh tahun lagi, dia masuk di golden age.

Nah untuk renang itu ada di umur 20-25 tahun. Jadi berarti harus mencari atlet yang berumur 12-13 tahun agar sepuluh tahun lagi masih ada di golden age, dan itu harus diteruskan Pelatnasnya.

Kemarin akhirnya masuk ke pelatnas lagi lewat Seleknas. Saat mengikuti itu, apa yang dirasakan? Apakah ada perasaan ingin memberikan pembuktian?

Memang ada pernyataan dari PB PRSI ketika kami dikeluarkan itu, kami yang diminta untuk membuktikan eksistensi di dunia renang. Sedangkan untuk pemikiran aku pribadi, kenapa harus kami yang membuktikan? Kan aku masih ada di peringkat satu terus, terbaik di Indonesia. Harusnya yang junior dong yang membuktikan bahwa mereka sudah mendekati senior. Begitu mereka (junior) mendekati senior, ya kami mau tidak mau sudah saatnya turun. 

Dan balik lagi ketika Seleknas, tidak ada ajang pembuktian atau apa, berenang saja karena aku pribadi suka bertanding.

Setelah SEA Games, rencana selanjutnya bagaimana? Persiapan Asian Games?

Belum tahu, untuk SEA Games saja dari tahun lalu tidak jelas, apalagi Asian Games.

Bagaimana dengan kualifikasi Olimpiade? Sudah mulai?

Belum mulai. Renang itu kan sebenarnya karena olahraga terukur, lebih gampang ya. Jadi mungkin bisa dimulai dari sekarang, tapi rata-rata dibuka dua tahun sebelum Olimpiade dimulai. Jadi kualifikasinya itu kejuaraan tertentu, tapi semua kejuaraan yang terdaftar di FINA (Federasi Internasional Akuatik)

Jadi kalau terdaftar di kejuaraan FINA dan kita bisa perform di sana, waktunya bisa masuk dalam kualifikasi SEA Games.

I Gede Siman Sudartawa Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa saat beraksi di Olimpiade 2012 Instagram.com/siman_sudartawa

Anda pernah ikut Olimpiade di 2012, untuk di Paris 2024 apakah sudah punya rencana?

Untuk olimpiade sih, enggak, sudah enggak berpikir ke sana. Mungkin saat di SEA Games ini, terakhir fokus di PON, sampai situ saja dulu.

Kenapa hanya PON? Apakah sudah memberikan sinyal untuk pensiun?

Mungkin lebih tepatnya lagi capek dengan politik di dunia olahraga. Pokoknya fokusnya di PON dulu, tujuannya masih di PON 2024.

Tapi kalau secara pribadi, keinginannya karier berenang sampai umur berapa?

Sebenarnya sih, karena olahraga terukur jadi gampang ya untuk mengukur diri. Jadi kalau misalnya aku merasa tetap di peringkat satu terus, masih pengen berenang karena istilahnya belum terkalahkan. Tapi kalau ada dicampur dengan politik dan lain-lain, mungkin itu yang bakal membuat yah.. liat nanti deh.

PON 2024 akan mewakili mana?

Kebetulan waktu PON Papua 2021 saya mewakili daerah Jakarta. 2016 juga Jakarta. Kemudian untuk next PON 2024 ini mewakili Sulawesi Tenggara. Sekarang lagi proses perpindahan.

Terakhir, ada yang ingin disampaikan sebelum berjuang di SEA Games?

Mohon doanya untuk atlet-atlet yang nanti bertanding di SEA Games. Tolong selalu dukung dan doakan kita agar bisa mencapai hasil terbaik di SEA Games nanti.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.