SEA Games: Dayung & Kano Tak Dipertandingkan, Indonesia Kehilangan Lumbung Emas

AKURAT.CO, Kekecewaan tak mampu disembunyikan oleh Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) setelah cabang olahraga kano, kayak, serta rowing (dayung) tak dipertandingkan di SEA Games Phnom Penh 2023.
Kano dan rowing memang telah diumumkan absen di SEA Games 2023. Tuan rumah Kamboja memilih mencoret dua cabang olahraga tersebut dan menggantinya dengan traditional boat race.
Bagi Indonesia, penghapusan dua nomor itu sangat merugikan. Sebab, pada SEA Games edisi sebelumnya di Hanoi 2021, rowing mampu mencuri delapan medali emas dan enam perak. Sedangkan kano merebut enam medali emas, delapan medali perak, dan tida medali perunggu.
"Ya (menyayangkan), kemarin cukup banyak ya ada 30 lebih. Kalau sekarang 13 itupun hanya boleh ikut delapan. Mudah-mudahan dari delapan itu paling tidak separuh dapat," kata Wakil Ketua Umum PB PODSI, Budiman Setiawan ditemui di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (12/3).
Meski pada akhirnya menerima keputusan ini, Budiman mengaku heran dengan keputusan tuan rumah dan SEAGAF selaku federasi multi-event di Asia Tenggara yang tak mempertandingkan cabor kano dan rowing di SEA Games Phnom Penh 2023.
Padahal, lanjut Budiman, dua cabor tersebut merupakan nomor yang dipertandingkan di Olimpiade. Sehingga semestinya kano dan rowing wajib jadi salah satu cabor yang ada di Kamboja.
"Menurut saya SEA Games itu harus sepakat negara negara Asia Tenggara bahwa yang dilombakan nomor olimpiade wajib. Kalau negara tidak sanggup menyelenggarakan nomor olimpiade lebih baik jangan jadi tuan rumah. Karena fokusnya dan tujuan utama adanya SEA Games itu untuk mengangkat prestasi atlet asia tenggara," tutur Budiman.
"Karena itulah rata rata negara asia tenggara masih di bawah, terpuruk dan tidak terangkat. Karena apa? Karena ego negara masing masing itu mengandalkan dan ingin meraih medali sebanyak banyaknya sebagai tuan rumah. Dan keputusan nomor nomor itu yang menguntungkan tuan rumah."
Penghapusan cabor memang bukan hal baru di SEA Games. Setiap edisinya, pasti selalu ada nomor-nomor yang tidak dipertandingkan karena tuan rumah tidak diunggulkan.
Singkatnya, setiap tuan rumah memilih hanya mempertandingkan cabor atau nomor yang dianggap berpotensi meraih medali sebanyak-banyaknya dan menjadi pemenang di SEA Games.
"Saya pikir KOI harus berani bahwa nomor olympic wajib diselenggarakan. Karena apa, karena kalau mau sekolah kan ada SD, SMP, dan SMA," ucapnya.
"SEA Games itu utamanya mengangkat negara Asia Tenggara memperbaiki peringkat di Olimpiade. Tapi sekarang belum terjadi karena ego setiap negara itu masih tinggi."
Kano dan rowing bukan satu-satunya cabor yang tak dipertandingkan di SEA Games Phnom Penh 2023. Kamboja selaku tuan rumah juga mencoret tiga cabor olimpiade lain seperti menembak, panahan, dan catur.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah



