Makna Kode 1312 yang Viral Usai Demo 28 Agustus

AKURAT.CO Jagat media sosial diramaikan dengan munculnya kode angka 1312 yang ramai dipakai warganet usai insiden tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), saat unjuk rasa buruh di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Affan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob ketika massa aksi masih berada di sekitar lokasi demonstrasi.
Peristiwa ini menimbulkan gelombang duka sekaligus kemarahan publik, terutama di dunia maya. Sejumlah warganet kemudian menyematkan kode 1312 dalam komentar, unggahan, hingga tanda solidaritas digital.
Kode angka itu menjadi simbol yang populer sebagai bentuk perlawanan atau ekspresi kritik terhadap aparat kepolisian. Susunan 1312 merujuk pada singkatan ACAB, yakni huruf A dilambangkan dengan angka 1, huruf C dengan angka 3, kembali huruf A dengan angka 1, dan huruf B dengan angka 2. Sehingga disusun menjadi 1312.
Baca Juga: Tiga Orang Tewas dalam Pembakaran Gedung DPRD Makassar
Penggunaan kode tersebut berkembang pesat di berbagai platform media sosial, mulai dari X, Instagram, hingga TikTok. Warganet memakainya tidak hanya sebagai ungkapan kemarahan, melainkan juga bentuk solidaritas bagi Affan dan keluarganya. Banyak komentar bernada doa dan bela sungkawa yang disertai tagar atau kode angka itu.
Fenomena ini menegaskan bahwa media sosial kini menjadi medium ekspresi sekaligus ruang perlawanan simbolik. Kode 1312 yang sebelumnya lebih dikenal dalam gerakan protes internasional, kini muncul dalam konteks demonstrasi di Indonesia.
Gelombang dukungan warganet juga memperlihatkan bagaimana tragedi Affan mengundang simpati luas, melampaui batas komunitas pengemudi ojek online maupun peserta aksi buruh.
Baca Juga: Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Staf DPRD Lompat dari Lantai 4
Meski begitu, penggunaan kode 1312 juga memicu perdebatan. Sebagian menilai simbol itu merupakan bentuk kekecewaan yang wajar, sementara yang lain menganggapnya terlalu keras.
Namun di tengah perbedaan pandangan, ekspresi solidaritas ini tetap mengemuka, menandai duka kolektif atas insiden yang menimpa Affan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









