Produk Asli Indonesia! Ini 10 Fakta Menarik Cokelat Silver Queen

AKURAT.CO, Banyak yang belum menyadari bahwa cokelat Silver Queen adalah produk asli Indonesia. Bahkan, cokelat ini sampai sekarang masih dikelola oleh perusahaan yang berasal dari Indonesia.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang cokelat Silver Queen.
1. Asli produksi Garut
Silver Queen adalah cokelat yang diproduksi oleh industri lokal yang berada di Garut, Jawa Barat sejak tahun 1950. Pabrik lokal tersebut dikelola oleh keluarga Ming Chee Chuang yang kemudian diberi nama dengan PT Perusahaan Industri Ceres.
2. Sebelumnya adalah pabrik Belanda
Sebelumnya, PT Perusahaan Industri Ceres adalah sebuah perusahaan cokelat yang bernama NV Ceres. Dimiliki oleh seorang Belanda, perusahaan ini dijual murah oleh pemiliknya karena ingin segera pindah dari Indonesia, seiring masuknya Jepang pada tahun 1942.
Akhirnya, pebisnis asal Myanmar yang telah menetap di Bandung tersebut membeli pabrik itu dan mengubahnya menjadi PT Perusahaan Industri Ceres. Meses Ceres sendiri sudah diproduksi sejak pabrik tersebut masih menjadi milik orang Belanda.
3. Dari Garut ke Bandung
Sebelumnya, pabrik yang digunakan untuk memproduksi Silver Queen ini ada di Garut. Namun, karena permintaan semakin meningkat, akhirnya, pabrik tersebut dipindahkan ke Bandung.
4. Disukai oleh Presiden Soekarno
Peningkatan produksi tersebut dikarenakan adanya permintaan dalam jumlah besar ketika Konferensi Asia Afrika yang ada di Bandung pada tahun 1955. Diduga salah satu penyebabnya adalah rekomendasi Presiden Soekarno yang begitu menyukai kelezatan Silver Queen.
5. Tak pernah melakukan PHK
Popularitas cokelat Silver Queen semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kekuatan organisasi dari sang pemilik, Ming Chee Chuang, yang begitu menarik. Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah Chuang tidak pernah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya. Dua hal yang bisa menyebabkan karyawannya di-PHK hanyalah jika meninggal atau melakukan pencurian.
6. Lahir dari inovasi di wilayah tropis
Pada tahun 1950an, brand Silver Queen adalah hasil dari inovasi yang dilakukan oleh Chuang. Pasalnya, membuat cokelat batangan di negara tropis, terutama di Indonesia ketika itu sangatlah sulit dilakukan karena kurangnya teknologi yang memadai.
Namun, dengan mencampur adonan cokelat dengan kacang mede, Chuang berhasil membuat cokelat batangan yang kuat dan unik. Kemudian Chuang menamainya dengan Silver Queen.
7. Berganti menjadi Petra Food
Setelah mengalami pasang surut bisnis, Chuang mewariskan bisnisnya kepada anak-anaknya. Sejak 1984, anak-anaknya memilih untuk mendirikan induk perusahaan untuk menaungi berbagai anak perusahaan yang semakin berkembang tersebut dengan nama PT Petra Food yang kantor pusatnya di Singapura. Sedangkan PT Perusahaan Industri Ceres berganti menjadi PT Ceres dan menjadi anak perusahaan dari PT Petra Food.
8. Ceres dan Ritz adalah produk awal
Tak hanya Ceres, brand Ritz juga telah ada di pasar sejak perusahaan tersebut dimiliki oleh orang Belanda tersebut meskipun pada tahun 1949, Ritz pernah diklaim oleh Nabisco Foods sebagai mereknya. Setelah berhasil mengklaim kembali Ritz, Petra Food terus mengembangkan sayap dengan memproduksi berbagai brand lain seperti Delfi, Chunky, Briko dan lainnya.
9. Produk jadi dan mentah
Awalnya, perusahaan ini khusus untuk memproduksi berbagai makanan yang berbahan baku cokelat seperti cokelat Delfi yang kini bekerja sama dengan perusahaan P&G atau Procter & Gamble. Selain itu, perusahaan ini juga memproduksi berbagai produk cokelat mentah yang didistribusikan untuk bahan baku berbagai produk cokelat lain seperti Nestle, Cadburry, dan Mars.
10. Alami pasang surut hingga jadi produsen cokelat nomor tiga dunia
Petra Food juga pernah mengalami beberapa kali penurunan penjualan. Salah satunya adalah ketika ditemukannya ulat di kemasan Silver Queen. Namun, meskipun mengalami berbagai penurunan penjualan, Petra Food dapat terus meningkatkan penjualannya.
Tak hanya menjamah pasar Indonesia, berbagai negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina sudah menjadi pasarnya. Bahkan, Petra Food juga menjamah pasar Eropa dan memiliki pabrik di Meksiko, Brasil dan beberapa negara Eropa. Bahkan, kini Petra Food telah menjadi produsen cokelat nomor tiga dunia.
Pamor Silver Queen tidak hanya bergema di pasar Indonesia saja, namun sudah hingga seluruh dunia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



